
Jakarta – Ampas kopi yang biasanya langsung dibuang setelah minuman selesai dibuat ternyata memiliki potensi untuk dimanfaatkan dalam industri konstruksi. Penelitian dari RMIT University di Australia menemukan bahwa ampas kopi yang diolah menjadi biochar dapat digunakan untuk menggantikan sebagian pasir dalam campuran beton sekaligus meningkatkan kekuatannya.
Temuan yang dipublikasikan dalam jurnal Journal of Cleaner Production pada 2023 tersebut membuka peluang baru dalam pemanfaatan limbah organik. Selain membantu mengurangi jumlah ampas kopi yang terbuang, inovasi ini berpotensi menekan penggunaan pasir alami sebagai salah satu bahan utama pembuatan beton.
Dalam penelitian tersebut, para peneliti mengolah ampas kopi melalui proses pemanasan tanpa oksigen atau pirolisis. Proses ini menghasilkan biochar, yaitu material kaya karbon yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan campuran beton.
Ampas Kopi Diolah Sebelum Dicampurkan ke Beton
Ampas kopi tidak dapat langsung dicampurkan begitu saja ke dalam beton. Kandungan senyawa organik di dalamnya dapat menghambat proses pengerasan semen dan menurunkan kekuatan beton.
Karena itu, peneliti melakukan pengolahan khusus dengan memanaskan ampas kopi pada suhu tertentu tanpa oksigen. Mereka menguji biochar yang dihasilkan pada suhu 350 derajat Celsius dan 500 derajat Celsius untuk mengetahui pengaruhnya terhadap kualitas beton.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa biochar dari ampas kopi yang diproses pada suhu 350 derajat Celsius memberikan hasil terbaik dalam pengujian tersebut.
Campuran yang menggunakan biochar untuk menggantikan 15 persen volume pasir halus tercatat mengalami peningkatan kuat tekan sekitar 29,3 persen dibandingkan beton biasa dalam pengujian laboratorium.
Berpotensi Mengurangi Penggunaan Pasir Alami
Pasir merupakan salah satu bahan penting dalam pembuatan beton. Tingginya kebutuhan industri konstruksi terhadap pasir dapat memberikan tekanan terhadap lingkungan, terutama apabila pengambilannya tidak dikelola secara berkelanjutan.
Pemanfaatan biochar dari ampas kopi berpotensi menjadi salah satu alternatif untuk mengurangi penggunaan pasir alami. Di sisi lain, limbah dari kedai kopi dan rumah tangga juga berpeluang memperoleh nilai guna baru.
Pendekatan ini sejalan dengan konsep ekonomi sirkular, yaitu memanfaatkan kembali bahan yang sebelumnya dianggap sebagai sampah menjadi produk yang berguna.
Meski demikian, manfaat lingkungan dari penggunaan biochar ampas kopi tetap perlu dikaji lebih lanjut, termasuk kebutuhan energi untuk pengolahannya dan dampaknya selama proses produksi.
Penggunaan Ampas Kopi pada Beton Masih Dikembangkan
Walaupun hasil pengujian laboratorium menunjukkan peningkatan kekuatan, penggunaan biochar ampas kopi belum bisa langsung diterapkan pada semua jenis konstruksi.
Komposisi bahan, suhu pengolahan, dan proses pembuatan beton dapat memengaruhi hasil akhirnya. Karena itu, penelitian lanjutan serta pengujian di lapangan diperlukan untuk mengetahui ketahanan material dalam berbagai kondisi.
Sejumlah uji coba lapangan juga menunjukkan bahwa peningkatan kekuatan yang diperoleh di laboratorium tidak selalu terulang dengan hasil yang sama ketika diterapkan di luar laboratorium.
Dengan pengembangan lebih lanjut, ampas kopi berpotensi menjadi salah satu alternatif pemanfaatan limbah organik yang mendukung industri konstruksi lebih berkelanjutan. Namun, penerapannya tetap harus memenuhi standar keamanan dan kualitas material bangunan.
brtv.co.id







