
BRTV.co.id – Gangguan penglihatan tidak selalu diawali dengan mata merah, nyeri, atau pandangan kabur. Dalam sejumlah kasus, kerusakan mata dapat berkembang secara perlahan tanpa disadari. Dua penyakit yang perlu diwaspadai karena berpotensi mengancam kesehatan mata adalah hipertensi atau tekanan darah tinggi dan diabetes atau penyakit gula darah.
Kedua penyakit tersebut kerap tidak menimbulkan gejala yang jelas pada tahap awal. Akibatnya, seseorang bisa merasa sehat meskipun tekanan darah atau kadar gula darahnya tidak terkontrol. Jika dibiarkan dalam jangka panjang, kondisi ini dapat merusak pembuluh darah, termasuk pembuluh darah kecil yang berperan penting dalam menjaga fungsi penglihatan.
Hipertensi Bisa Merusak Pembuluh Darah Mata
Hipertensi terjadi ketika tekanan darah berada pada tingkat yang terlalu tinggi. Kondisi ini tidak hanya membebani jantung, tetapi juga dapat merusak pembuluh darah di berbagai organ tubuh, termasuk mata.
Tekanan darah tinggi yang berlangsung lama dapat menyebabkan perubahan pada pembuluh darah retina, yaitu lapisan peka cahaya di bagian belakang mata. Gangguan ini dikenal sebagai retinopati hipertensi.
Pada tahap awal, kerusakan tersebut mungkin tidak menimbulkan keluhan berarti. Namun, jika hipertensi tidak ditangani dengan baik, perubahan pada pembuluh darah retina dapat mengganggu fungsi penglihatan. Dalam kondisi berat, hipertensi juga dapat meningkatkan risiko komplikasi pembuluh darah yang mengancam penglihatan.
Karena itu, pemeriksaan tekanan darah secara berkala menjadi langkah penting, terutama bagi orang yang memiliki riwayat keluarga hipertensi, berat badan berlebih, kurang aktivitas fisik, atau kebiasaan mengonsumsi makanan tinggi garam.
Diabetes dan Ancaman Retinopati Diabetik
Selain hipertensi, diabetes juga menjadi salah satu faktor risiko utama kerusakan mata. Kadar gula darah yang tinggi dalam jangka panjang dapat merusak pembuluh darah kecil di retina dan menyebabkan kondisi yang disebut retinopati diabetik.
Pembuluh darah yang rusak dapat mengalami kebocoran atau penyumbatan. Pada kondisi tertentu, tubuh membentuk pembuluh darah baru yang abnormal. Pembuluh darah tersebut rentan mengalami perdarahan dan dapat menimbulkan komplikasi serius, termasuk kehilangan penglihatan.
Salah satu hal yang membuat retinopati diabetik berbahaya adalah minimnya gejala pada tahap awal. Seseorang mungkin baru menyadari adanya gangguan ketika penglihatan mulai kabur, muncul bintik-bintik gelap, atau terdapat bagian pandangan yang terasa kosong.
Diabetes juga dapat meningkatkan risiko gangguan mata lainnya, seperti katarak dan glaukoma. Oleh sebab itu, orang yang hidup dengan diabetes perlu memeriksakan kesehatan matanya secara rutin meskipun penglihatannya masih terasa normal.
Mengapa Hipertensi dan Diabetes Bisa Lebih Berbahaya Jika Terjadi Bersamaan?
Hipertensi dan diabetes sama-sama dapat merusak pembuluh darah. Ketika keduanya tidak terkontrol, risiko kerusakan pada pembuluh darah retina dapat meningkat.
Kadar gula darah yang tinggi dapat melemahkan pembuluh darah kecil, sedangkan tekanan darah yang tinggi dapat memperburuk kerusakan pembuluh darah tersebut. Kombinasi keduanya dapat meningkatkan risiko perkembangan retinopati diabetik dan komplikasi penglihatan lainnya.
Itulah sebabnya pengendalian gula darah saja belum tentu cukup. Tekanan darah dan faktor risiko lain, seperti kadar kolesterol, juga perlu diperhatikan sesuai anjuran tenaga medis.
Waspadai Tanda-Tanda Gangguan Penglihatan
Walaupun kerusakan mata akibat hipertensi dan diabetes dapat berlangsung tanpa gejala, beberapa perubahan penglihatan perlu diwaspadai, antara lain:
- Pandangan mulai kabur atau berubah-ubah.
- Muncul bintik hitam, bayangan, atau benda melayang dalam penglihatan.
- Garis lurus terlihat bergelombang atau bentuk benda tampak berubah.
- Terdapat bagian pandangan yang gelap atau kosong.
- Ketajaman penglihatan menurun secara bertahap.
Perlu diingat, gejala tersebut tidak selalu disebabkan oleh hipertensi atau diabetes. Pemeriksaan oleh dokter diperlukan untuk mengetahui penyebabnya.
Jika penglihatan tiba-tiba menurun atau hilang, muncul banyak bintik melayang secara mendadak, kilatan cahaya, atau bayangan seperti tirai yang menutupi pandangan, segera cari pertolongan medis. Jangan menunggu hingga keluhan memburuk.
Langkah Pencegahan agar Penglihatan Tetap Terjaga
Kerusakan mata akibat hipertensi dan diabetes dapat dicegah atau diperlambat dalam banyak kasus melalui deteksi dini dan pengelolaan penyakit yang tepat. Beberapa langkah yang dapat dilakukan meliputi:
1. Periksa tekanan darah dan gula darah secara berkala
Jangan menunggu munculnya keluhan. Pemeriksaan rutin membantu mendeteksi hipertensi dan diabetes lebih awal sehingga penanganan dapat segera dilakukan.
2. Lakukan pemeriksaan mata secara rutin
Bagi penderita diabetes, pemeriksaan retina dengan metode yang sesuai anjuran dokter sangat penting, termasuk ketika belum ada gangguan penglihatan. Frekuensi pemeriksaan ditentukan berdasarkan kondisi masing-masing pasien.
3. Jaga pola makan dan aktivitas fisik
Konsumsi makanan bergizi seimbang, batasi asupan garam dan gula berlebih, serta lakukan aktivitas fisik secara teratur sesuai kemampuan dan kondisi kesehatan.
4. Patuhi pengobatan dari dokter
Jika telah didiagnosis hipertensi atau diabetes, gunakan obat sesuai resep dan jangan menghentikan pengobatan tanpa berkonsultasi dengan tenaga medis. Pengendalian tekanan darah dan gula darah merupakan bagian penting dari perlindungan kesehatan mata.
5. Jangan mengabaikan perubahan penglihatan
Segera konsultasikan keluhan kepada dokter mata, terutama jika memiliki diabetes atau hipertensi. Penanganan yang tepat waktu dapat membantu mengurangi risiko komplikasi lebih lanjut.
Jangan Tunggu Mata Bermasalah untuk Memeriksakan Diri
Hipertensi dan diabetes bukan hanya ancaman bagi jantung, ginjal, dan pembuluh darah, tetapi juga bagi kesehatan mata. Karena kerusakan dapat berkembang tanpa gejala pada tahap awal, merasa sehat belum tentu berarti terbebas dari risiko.
Pemeriksaan kesehatan secara berkala, pengendalian tekanan darah dan gula darah, serta pemeriksaan mata yang sesuai menjadi langkah penting untuk menjaga penglihatan dalam jangka panjang.
Jangan menunggu hingga pandangan mulai kabur untuk mengambil tindakan. Deteksi dini hari ini dapat membantu melindungi penglihatan pada masa mendatang.
Baca informasi kesehatan dan berita lainnya di BRTV.co.id.







