Skip to main content

BRTV

Ternyata Ini Penyebab Jari Tangan Menjadi Keriput Saat Terlalu Lama Terkena Air

Ilustrasi tangan keriput. Foto: Pinterest

Jakarta – Pernahkah kamu memperhatikan jari tangan yang berubah menjadi keriput setelah terlalu lama mandi, berenang, atau berendam di dalam air? Kondisi ini cukup umum terjadi dan biasanya akan menghilang dengan sendirinya setelah tangan kembali kering.

Meski terlihat sederhana, perubahan pada kulit jari tersebut ternyata memiliki penjelasan tersendiri. Jari tangan yang keriput setelah terendam air bukan sekadar akibat kulit menyerap air, melainkan melibatkan respons sistem saraf dan pembuluh darah.

Fenomena ini dikenal dengan istilah aquatic wrinkling, yaitu kondisi ketika kulit jari tangan dan kaki membentuk kerutan setelah terpapar air dalam waktu tertentu.

1. Dipengaruhi oleh Sistem Saraf

Salah satu penyebab jari menjadi keriput saat terendam air berkaitan dengan aktivitas sistem saraf otonom.

Ketika tangan berada di dalam air cukup lama, sistem saraf memberikan respons yang menyebabkan pembuluh darah kecil di bawah kulit menyempit.

Penyempitan pembuluh darah tersebut membuat volume jaringan di bawah kulit sedikit berkurang sehingga permukaan kulit membentuk kerutan.

Menariknya, kondisi ini tidak terjadi secara langsung, tetapi membutuhkan waktu setelah jari terendam air.

2. Pembuluh Darah Mengalami Penyempitan

Perubahan bentuk kulit jari juga berkaitan dengan penyempitan pembuluh darah atau vasokonstriksi.

Saat pembuluh darah di bagian jari menyempit, volume jaringan di bawah permukaan kulit mengalami perubahan. Akibatnya, kulit tampak mengerut dan membentuk garis-garis kecil.

Fenomena tersebut umumnya terlihat lebih jelas pada ujung jari tangan dan kaki karena bagian ini memiliki banyak pembuluh darah kecil.

3. Tidak Sekadar Kulit Menyerap Air

Selama ini, banyak orang menganggap jari menjadi keriput karena kulit menyerap terlalu banyak air.

Namun, penelitian menunjukkan bahwa sistem saraf memiliki peran penting dalam proses terbentuknya kerutan tersebut.

Hal ini dapat diketahui karena perubahan kerutan pada jari juga berkaitan dengan fungsi saraf yang mengatur pembuluh darah.

Dengan demikian, jari keriput setelah terendam air bukan hanya perubahan fisik akibat kulit terkena air, tetapi juga melibatkan mekanisme tubuh.

4. Kerutan Akan Menghilang dengan Sendirinya

Jari tangan yang keriput setelah terlalu lama terkena air umumnya bukan kondisi yang perlu dikhawatirkan.

Setelah tangan dikeluarkan dari air dan dikeringkan, pembuluh darah secara bertahap kembali ke kondisi semula. Permukaan kulit pun perlahan menjadi normal.

Waktu yang dibutuhkan untuk menghilangkan kerutan dapat berbeda pada setiap orang, bergantung pada kondisi dan lamanya kulit terpapar air.

5. Kerutan Jari Diduga Membantu Menggenggam Benda Basah

Selain menjadi respons alami tubuh, kerutan pada jari juga memiliki fungsi yang menarik.

Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa pola kerutan tersebut dapat membantu meningkatkan kemampuan jari dalam menggenggam benda ketika berada dalam kondisi basah.

Kerutan diduga bekerja seperti alur pada permukaan ban yang membantu mengalirkan air sehingga kontak antara jari dan benda menjadi lebih baik.

Meski demikian, mekanisme dan manfaatnya masih menjadi bahan penelitian ilmiah.

Fenomena Alami yang Menunjukkan Respons Tubuh

Jari tangan yang keriput setelah terlalu lama terendam air merupakan salah satu contoh respons alami tubuh terhadap lingkungan.

Kondisi ini melibatkan sistem saraf dan perubahan pada pembuluh darah, bukan semata-mata karena kulit menyerap air.

Selama kerutan tersebut muncul setelah tangan terendam air dan kembali normal setelah dikeringkan, kondisi ini umumnya tidak perlu dikhawatirkan.

Informasi menarik lainnya seputar kesehatan, tubuh manusia, dan pengetahuan umum dapat dibaca melalui brtv.co.id.