
Kekayaan kuliner Asia Tenggara tidak hanya terlihat dari hidangan utama, tetapi juga beragam makanan penutup atau dessert yang menggugah selera. Setiap negara memiliki sajian khas dengan perpaduan rasa, tekstur, dan bahan lokal yang membuatnya unik.
Salah satu yang menarik perhatian adalah pisang goreng dari Indonesia. Camilan sederhana yang mudah ditemukan di berbagai daerah ini berhasil menempati posisi teratas dalam daftar dessert terbaik Asia Tenggara versi TasteAtlas.
Berdasarkan daftar yang diperbarui pada September 2026, pisang goreng memperoleh penilaian 4,4 dan menduduki peringkat pertama. Hasil tersebut menunjukkan popularitas kudapan tradisional Indonesia di antara berbagai sajian manis khas kawasan.
1. Pisang Goreng, Dessert Favorit dari Indonesia
Pisang goreng menjadi salah satu camilan yang akrab bagi masyarakat Indonesia. Hidangan ini dibuat dari buah pisang yang digoreng, baik secara langsung maupun setelah dibalut adonan tepung.
Perpaduan bagian luar yang renyah dengan tekstur pisang yang lembut menjadi daya tarik utamanya. Camilan ini juga memiliki beragam variasi di berbagai daerah, mulai dari pisang goreng kipas hingga pisang goreng dengan tambahan gula, cokelat, atau keju.
Kesederhanaan bahan dan cara penyajiannya membuat pisang goreng mudah dijumpai, mulai dari pedagang kaki lima hingga kafe.
2. Khanom Khrok, Kudapan Manis dari Thailand
Khanom khrok merupakan jajanan khas Thailand yang berbentuk bulat kecil dan dimasak menggunakan cetakan khusus. Adonannya umumnya menggunakan santan dan tepung beras sehingga menghasilkan tekstur lembut dengan bagian luar yang sedikit renyah.
Kudapan ini kerap diberi tambahan seperti jagung atau daun bawang. Perpaduan rasa gurih dan manis membuat khanom khrok memiliki karakter berbeda dibandingkan dessert pada umumnya.
3. Klepon, Jajanan Tradisional Indonesia
Selain pisang goreng, Indonesia juga memiliki klepon yang dikenal dengan bentuk bulat dan warna hijau khas. Jajanan ini dibuat dari tepung ketan dengan isian gula merah cair, kemudian dibalut parutan kelapa.
Sensasi gula merah yang meleleh ketika klepon digigit menjadi ciri khas yang membuatnya digemari. Aroma pandan dan gurihnya kelapa turut memperkaya cita rasanya.
Klepon juga menjadi contoh bagaimana bahan-bahan sederhana dapat diolah menjadi kudapan tradisional yang memiliki identitas kuat.
4. Ketan Mangga, Dessert Populer Thailand
Ketan mangga atau mango sticky rice merupakan hidangan penutup khas Thailand yang memadukan ketan, santan, dan mangga matang.
Ketan yang gurih berpadu dengan rasa manis dan segar dari buah mangga. Hidangan ini kerap disajikan sebagai dessert, terutama ketika mangga sedang musim.
Perpaduan tekstur ketan yang pulen dan buah yang lembut menjadikan sajian ini populer di kalangan wisatawan maupun pencinta kuliner.
5. Leche Flan, Puding Karamel dari Filipina
Filipina memiliki leche flan, yakni puding dengan tekstur lembut dan rasa manis yang khas. Dessert ini umumnya dibuat menggunakan telur, susu, dan gula karamel.
Leche flan sering disajikan dalam acara keluarga maupun perayaan khusus. Lapisan karamel yang menyelimuti puding memberikan cita rasa manis sekaligus tampilan yang menarik.
6. Halo-Halo, Es Campur Khas Filipina
Halo-halo merupakan dessert dingin dari Filipina yang terdiri dari beragam bahan, seperti buah, kacang manis, agar-agar, es serut, dan susu.
Nama halo-halo merujuk pada cara penyajiannya yang mencampurkan berbagai bahan dalam satu hidangan. Kombinasi warna dan teksturnya membuat dessert ini tampak menarik sekaligus menyegarkan.
Variasi isiannya dapat berbeda-beda, sehingga setiap sajian menawarkan perpaduan rasa yang beragam.
7. Che, Hidangan Manis dari Vietnam
Che adalah sebutan untuk beragam hidangan manis khas Vietnam. Sajian ini dapat menggunakan bahan seperti kacang hijau, jagung, ketan, atau mutiara tapioka yang dipadukan dengan santan maupun pemanis lainnya.
Che dapat disajikan dalam keadaan hangat atau dingin, bergantung pada jenis dan bahan yang digunakan. Fleksibilitas tersebut membuatnya bisa dinikmati dalam berbagai suasana.
Ragam bahan yang digunakan juga mencerminkan kekayaan kuliner Vietnam dalam mengolah bahan lokal menjadi hidangan penutup.
Kekayaan Dessert Asia Tenggara yang Beragam
Beragam dessert dari Asia Tenggara memperlihatkan bagaimana setiap negara memiliki cara tersendiri dalam mengolah bahan lokal. Pisang, ketan, santan, gula, dan buah tropis menjadi bahan yang banyak digunakan untuk menciptakan hidangan dengan karakter berbeda.
Pisang goreng yang menempati posisi pertama dalam daftar TasteAtlas menjadi salah satu sorotan bagi kuliner Indonesia. Meski menggunakan bahan sederhana, camilan ini memiliki cita rasa khas yang telah lama menjadi bagian dari keseharian masyarakat.
Popularitas berbagai dessert tersebut sekaligus menunjukkan bahwa makanan tradisional tetap memiliki tempat di tengah berkembangnya tren kuliner modern.







