Skip to main content

BRTV

Berapa Batas Konsumsi Susu Kental Manis Sehari? Ini yang Perlu Diperhatikan

Ilustrasi SKM. Foto: Pinterest

Susu kental manis (SKM) kerap digunakan sebagai pelengkap berbagai makanan dan minuman. Mulai dari campuran kopi, olesan roti, hingga tambahan pada hidangan penutup, produk ini digemari karena teksturnya yang kental dan rasanya yang manis.

Meski praktis untuk menambah cita rasa, konsumsi susu kental manis tetap perlu diperhatikan, terutama terkait jumlah gula yang terkandung di dalamnya. Memahami takaran saji dan membaca informasi nilai gizi pada kemasan dapat membantu masyarakat mengatur asupan gula harian.

Perhatikan Kandungan Gula dalam Susu Kental Manis

Susu kental manis dibuat melalui proses pengurangan sebagian kandungan air pada susu dengan penambahan gula. Proses tersebut menghasilkan tekstur yang lebih pekat sekaligus rasa manis yang khas.

Kandungan gula dalam SKM perlu menjadi perhatian karena dapat menyumbang asupan gula harian secara signifikan. Jumlahnya bisa berbeda antara satu produk dan produk lainnya, sehingga konsumen disarankan memeriksa label informasi nilai gizi sebelum menggunakannya.

Sebagai gambaran, kandungan gula pada SKM umumnya berkisar 14–16 gram untuk setiap takaran saji 30 gram. Angka tersebut dapat bervariasi bergantung pada komposisi dan merek produk.

Dengan mengetahui jumlah gula dalam setiap sajian, konsumen dapat memperkirakan kontribusinya terhadap total asupan gula dari makanan dan minuman yang dikonsumsi sepanjang hari.

Berapa Batas Gula yang Dianjurkan dalam Sehari?

Kementerian Kesehatan RI menganjurkan konsumsi gula tidak lebih dari 50 gram per hari, atau setara dengan sekitar empat sendok makan. Batas ini mencakup gula dari berbagai sumber, termasuk minuman manis, makanan ringan, hidangan penutup, dan produk pangan lainnya.

Artinya, konsumsi gula tidak hanya berasal dari susu kental manis. Gula yang ditambahkan ke dalam teh, kopi, maupun makanan lain juga perlu diperhitungkan dalam asupan harian.

Karena itu, penggunaan SKM sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan dan kebiasaan makan secara keseluruhan. Menambahkan SKM ke dalam minuman atau makanan tanpa memperhatikan sumber gula lainnya dapat membuat total asupan gula harian meningkat.

Cara Lebih Bijak Mengonsumsi SKM

Salah satu langkah sederhana untuk mengontrol konsumsi gula adalah membiasakan diri membaca label informasi nilai gizi pada kemasan. Informasi tersebut membantu konsumen mengetahui kandungan gula berdasarkan takaran saji yang ditetapkan produsen.

Selain itu, penggunaan SKM sebagai pelengkap makanan dan minuman perlu disesuaikan dengan jumlah yang digunakan. Konsumen juga dapat mempertimbangkan kandungan gula dari bahan tambahan lain agar asupan harian tetap terkendali.

Memahami komposisi produk menjadi bagian penting dalam membangun kebiasaan makan yang lebih seimbang. Dengan memperhatikan takaran saji dan kandungan gula, masyarakat dapat membuat pilihan konsumsi yang lebih bijak.

Pada akhirnya, hal yang perlu diperhatikan bukan hanya jumlah susu kental manis yang digunakan, melainkan juga total gula dari seluruh makanan dan minuman yang dikonsumsi dalam sehari.