BRTV

KDM Sidak Pasar Cikarang, Penataan PKL dan Trotoar Jadi Sorotan

CIKARANG – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi atau yang akrab disapa KDM, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke kawasan Pasar Baru Cikarang atau Pasar Ramayana Lama di Jalan RE Martadinata, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi. Dalam kunjungan tersebut, KDM menyoroti kondisi pasar yang dinilai semrawut akibat keberadaan pedagang kaki lima (PKL), trotoar yang beralih fungsi, serta area parkir yang belum tertata dengan baik.

KDM didampingi Plt Bupati Bekasi, dr. Asep Surya Atmaja, serta sejumlah kepala perangkat daerah. Mereka meninjau langsung aktivitas perdagangan dan berdialog dengan para pedagang untuk mendengar berbagai keluhan yang selama ini terjadi di kawasan pasar.

Dalam sidaknya, KDM menemukan sejumlah persoalan yang menjadi perhatian, mulai dari lapak pedagang yang menempati trotoar dan bahu jalan, kondisi parkir yang semrawut, hingga penataan area dagang yang dinilai kurang nyaman bagi pengunjung. Kondisi tersebut selama ini juga menjadi salah satu penyebab kemacetan di sekitar kawasan Sentra Grosir Cikarang (SGC) dan Pasar Baru Cikarang.

Menurut KDM, penataan harus dilakukan tanpa mengorbankan mata pencaharian pedagang kecil. Ia menegaskan bahwa pemerintah akan mengedepankan pendekatan humanis melalui dialog dan sosialisasi sebelum melakukan penataan kawasan pasar.

“Pedagang harus hidup, kota harus tertib,” menjadi salah satu pesan yang disampaikan KDM saat berdialog dengan para pedagang.

Sebagai langkah awal, Pemerintah Provinsi Jawa Barat bersama Pemerintah Kabupaten Bekasi akan melakukan pembenahan area parkir, penataan trotoar, perbaikan jalan, serta pembersihan lingkungan pasar. Selain itu, pemerintah juga berencana menertibkan lapak yang berdiri di area fasilitas umum dan menyiapkan konsep penataan PKL yang lebih tertib.

KDM juga meminta agar praktik pungutan liar terhadap pedagang diberantas serta mendorong penyediaan lokasi yang lebih layak bagi para PKL. Menurutnya, penataan kawasan pasar harus mampu menciptakan lingkungan yang bersih, aman, dan nyaman tanpa menghilangkan aktivitas ekonomi masyarakat.

Sementara itu, Plt Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja, menyatakan Pemerintah Kabupaten Bekasi siap menindaklanjuti arahan gubernur dengan melakukan penataan secara bertahap. Pemkab akan menyusun desain penataan kawasan pasar agar aktivitas perdagangan tetap berjalan namun tidak mengganggu lalu lintas dan kenyamanan masyarakat.

Ke depan, kawasan Pasar Baru Cikarang direncanakan menjalani revitalisasi sehingga menjadi pusat perdagangan yang lebih tertata, bersih, dan representatif. Penataan tersebut diharapkan dapat mengurangi kemacetan sekaligus meningkatkan kenyamanan bagi pedagang maupun pengunjung.

Redaksi: Moch Andrian Syah