PALU – Gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 6,7 mengguncang wilayah Palu, Sulawesi Tengah, Selasa (16/6). Guncangan kuat yang berpusat sekitar 42-kilometer tenggara Palu tersebut mengakibatkan ratusan warga terdampak, puluhan orang mengalami luka-luka, serta menyebabkan kerusakan pada rumah, fasilitas umum, tempat ibadah, jembatan, dan infrastruktur jalan.

Berdasarkan data sementara Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), sebanyak 109 warga terdampak akibat gempa tersebut. Dari jumlah itu, 24 orang mengalami luka ringan dan delapan orang mengalami luka berat. Selain korban luka, puluhan rumah warga serta sejumlah fasilitas umum dilaporkan mengalami kerusakan dengan tingkat kerusakan yang masih terus didata oleh tim gabungan di lapangan.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menjelaskan gempa terjadi pada pukul 10.27 WIB dengan pusat gempa berada di darat pada kedalaman 10 kilometer. Hasil analisis menunjukkan gempa dipicu aktivitas Sesar Sausu dengan mekanisme pergerakan turun atau normal fault. BMKG menegaskan gempa tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami karena pusat gempa berada di daratan.
Di sejumlah wilayah terdampak, kerusakan dilaporkan terjadi pada rumah warga, bangunan perkantoran, fasilitas pendidikan, hingga infrastruktur publik. Salah satu kerusakan yang menjadi perhatian adalah retaknya Jembatan III Palu akibat kuatnya guncangan yang dirasakan masyarakat. Tim reaksi cepat BPBD Sulawesi Tengah masih melakukan asesmen untuk memastikan jumlah kerusakan dan kebutuhan penanganan darurat.
BMKG juga mencatat terjadinya ratusan gempa susulan setelah gempa utama mengguncang wilayah tersebut. Aktivitas susulan ini menunjukkan proses penyesuaian struktur batuan pascagempa masih berlangsung sehingga masyarakat diminta tetap meningkatkan kewaspadaan.
Pemerintah melalui BNPB, BPBD, dan BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, tidak mudah percaya pada informasi yang belum terverifikasi, serta mengikuti arahan resmi dari instansi berwenang. Warga juga diminta menghindari bangunan yang mengalami kerusakan hingga dinyatakan aman oleh petugas.
Redaksi: Moch Andrian Syah
Editor: Ryan Adit







