Skip to main content

BRTV

11 Buah dan Sayur yang Perlu Diperhatikan karena Residu Pestisida

Ilustrasi buah dan sayur. Foto: Pinterest

Buah dan sayur merupakan bagian penting dari pola makan sehari-hari. Namun, di balik kandungan vitamin, mineral, dan seratnya, sebagian hasil pertanian dapat memiliki residu pestisida yang lebih tinggi dibandingkan jenis lainnya.

Environmental Working Group (EWG) kembali merilis daftar Dirty Dozen pada 2026. Daftar tersebut memuat sejumlah buah dan sayuran yang dalam pengujian ditemukan memiliki paparan residu pestisida relatif tinggi.

Daftar ini bukan berarti makanan tersebut harus dihindari. Sebaliknya, informasi tersebut dapat menjadi pertimbangan bagi konsumen untuk lebih memperhatikan cara memilih, mencuci, dan mengolah buah serta sayuran.

1. Bayam

Bayam termasuk salah satu sayuran yang mendapat perhatian dalam daftar tersebut. Sayuran berdaun hijau ini dapat memiliki residu pestisida dalam jumlah relatif tinggi.

Jika membeli bayam yang ditanam secara konvensional, mencucinya dengan air mengalir hingga bersih dapat membantu mengurangi kotoran dan residu yang berada di permukaan.

2. Kale

Kale juga masuk dalam daftar buah dan sayuran dengan paparan pestisida tinggi.

Bagian daun luar dapat menjadi salah satu area yang perlu mendapat perhatian ketika sayuran hendak diolah. Konsumen dapat mempertimbangkan produk organik apabila tersedia dan sesuai dengan anggaran.

3. Stroberi

Kulit stroberi yang lembut membuat buah ini perlu dicuci dengan baik sebelum dimakan.

Stroberi segar sebaiknya tidak langsung dikonsumsi setelah dikeluarkan dari kemasan. Bersihkan terlebih dahulu dengan air mengalir agar kotoran di permukaan dapat terangkat.

4. Anggur

Anggur juga termasuk buah yang masuk dalam daftar. Bentuk buah yang kecil dan tersusun dalam satu tangkai membuat proses membersihkannya perlu dilakukan secara menyeluruh.

Anggur dapat dibilas di bawah air mengalir sebelum dikonsumsi.

5. Nektarin dan persik

Nektarin dan persik merupakan kelompok buah yang juga mendapat perhatian dalam daftar EWG.

Keduanya memiliki kulit yang relatif tipis. Karena itu, mencuci buah sebelum dimakan menjadi langkah sederhana yang dapat dilakukan untuk membersihkan permukaannya.

6. Ceri

Ceri menjadi buah berikutnya yang masuk dalam daftar.

Selain dikonsumsi langsung, ceri juga dapat diolah terlebih dahulu. Proses pemasakan dapat membantu mengurangi sebagian residu pada permukaan, meskipun pengolahan dengan panas juga dapat memengaruhi kandungan nutrisi tertentu.

7. Apel

Apel dikenal sebagai buah yang cukup sering muncul dalam daftar Dirty Dozen.

Salah satu cara sederhana yang dapat dilakukan adalah mencuci apel dengan air mengalir. Bagi orang yang memilih mengupas kulitnya, langkah tersebut juga dapat mengurangi sebagian residu di permukaan. Namun, kulit apel sendiri mengandung serat dan sejumlah zat gizi sehingga ada konsekuensi nutrisi ketika dibuang.

8. Blackberry

Blackberry turut masuk dalam daftar 2026. Buah beri ini memiliki tekstur yang lembut sehingga perlu ditangani dengan hati-hati saat dibersihkan.

Jika tersedia, konsumen dapat mempertimbangkan buah organik. Namun, pilihan tersebut tetap bergantung pada ketersediaan dan kemampuan masing-masing konsumen.

9. Pir

Pir juga menjadi salah satu buah yang perlu diperhatikan.

Residu dapat ditemukan pada bagian kulitnya. Mencuci buah secara menyeluruh sebelum dikonsumsi dapat menjadi langkah awal. Mengupas kulit merupakan pilihan lain, tetapi sebagian serat dan nutrisi yang terdapat pada kulit ikut terbuang.

10. Kentang

Berbeda dari sebagian besar buah dalam daftar, kentang merupakan tanaman yang tumbuh di dalam tanah.

Kentang dapat memperoleh paparan pestisida dari lingkungan pertumbuhan maupun perlakuan setelah panen. Jika hendak dikonsumsi bersama kulitnya, pencucian menjadi bagian penting dalam proses persiapan.

11. Blueberry

Blueberry melengkapi daftar tersebut. Buah ini diketahui dapat memiliki jejak beberapa residu pestisida dalam hasil pengujian.

Lapisan alami pada permukaan blueberry juga membuat proses pembersihan perlu dilakukan dengan hati-hati agar buah tidak rusak.

Jangan mencuci buah dan sayur dengan sabun

Meski ingin menghilangkan pestisida, penggunaan sabun atau deterjen rumah tangga bukan cara yang dianjurkan.

Food and Drug Administration (FDA) menyatakan buah dan sayuran tidak sebaiknya dicuci menggunakan sabun, deterjen, maupun cairan pembersih rumah tangga. Permukaan hasil pertanian dapat memiliki pori-pori yang memungkinkan bahan tersebut terserap.

Cara yang lebih sederhana adalah mencuci buah dan sayuran dengan air mengalir secara menyeluruh sebelum dikonsumsi atau diolah.

Tidak perlu takut makan buah dan sayur

Masuknya suatu makanan ke dalam daftar dengan residu pestisida relatif tinggi bukan berarti makanan tersebut otomatis berbahaya atau harus dihapus dari menu harian.

Buah dan sayur tetap memiliki peran penting dalam pola makan sehat. Yang tidak kalah penting adalah memperhatikan kebersihan bahan makanan serta mengolahnya dengan cara yang tepat.

Konsumen juga dapat memilih variasi buah dan sayuran yang berbeda. Dengan begitu, kebutuhan nutrisi tetap terpenuhi sekaligus memberikan pilihan bahan pangan yang lebih beragam.

Pada akhirnya, langkah sederhana seperti mencuci buah dan sayur dengan benar sebelum dikonsumsi menjadi kebiasaan yang layak dipertahankan di rumah.