
BRTV.co.id — Gangguan obsesif-kompulsif atau Obsessive-Compulsive Disorder (OCD) masih sering dipahami secara sederhana sebagai kebiasaan mencuci tangan berulang kali. Padahal, kondisi kesehatan mental ini memiliki gejala yang beragam dan dapat memengaruhi pikiran serta perilaku seseorang.
OCD ditandai dengan munculnya obsesi, yaitu pikiran, dorongan, atau gambaran mental yang berulang dan tidak diinginkan. Kondisi tersebut dapat memicu kecemasan atau tekanan sehingga seseorang terdorong melakukan tindakan tertentu secara berulang, yang disebut kompulsi.
OCD Tidak Hanya Soal Kebersihan
Mencuci tangan berulang kali memang dapat menjadi salah satu bentuk kompulsi. Namun, perilaku tersebut bukan satu-satunya tanda OCD.
Pada sebagian orang, obsesi dapat berkaitan dengan kekhawatiran berlebihan mengenai kemungkinan terjadi sesuatu yang buruk, melakukan kesalahan, kehilangan kendali, atau menyebabkan bahaya terhadap orang lain.
Untuk meredakan rasa cemas tersebut, seseorang dapat melakukan berbagai tindakan secara berulang. Misalnya, memeriksa pintu atau kompor berkali-kali, mengulang aktivitas tertentu, menghitung dalam pola tertentu, atau terus meminta kepastian dari orang lain.
Ada pula kondisi ketika gejala OCD lebih banyak terjadi dalam pikiran sehingga tidak selalu terlihat oleh orang di sekitarnya.
Mengapa Perilaku Terus Diulang?
Ahli kesehatan mental menjelaskan bahwa pada OCD, tindakan kompulsif dapat memberikan rasa lega untuk sementara ketika seseorang mengalami kecemasan akibat obsesi.
Namun, rasa lega tersebut biasanya tidak bertahan lama. Pikiran yang mengganggu dapat kembali muncul dan mendorong orang tersebut melakukan kompulsi lagi.
Siklus antara obsesi, kecemasan, kompulsi, dan rasa lega sementara inilah yang dapat membuat perilaku tersebut terus berulang.
Karena itu, OCD bukan sekadar persoalan seseorang yang terlalu teliti, perfeksionis, atau memiliki kebiasaan tertentu.
Tidak Semua Kebiasaan Berulang Adalah OCD
Penting untuk membedakan kebiasaan sehari-hari dengan OCD. Seseorang yang sesekali memeriksa pintu atau mencuci tangan lebih sering dari biasanya belum tentu mengalami OCD.
OCD dapat menjadi masalah ketika obsesi dan kompulsi berlangsung terus-menerus, sulit dikendalikan, menghabiskan banyak waktu, atau menimbulkan tekanan dan mengganggu aktivitas sehari-hari.
Diagnosis juga tidak dapat ditentukan hanya berdasarkan satu gejala. Penilaian perlu dilakukan oleh tenaga profesional kesehatan mental dengan melihat pola gejala dan dampaknya terhadap kehidupan seseorang.
OCD Bisa Ditangani
OCD merupakan kondisi yang dapat ditangani. Penanganannya dapat melibatkan psikoterapi, termasuk terapi perilaku kognitif dengan pendekatan yang sesuai. Dalam kondisi tertentu, dokter juga dapat mempertimbangkan pemberian obat.







