Skip to main content

BRTV

Berapa Lama Sampah Plastik Terurai di Alam? Ini Penjelasannya

Ilustrasi sampah pelastik. Foto: Pinterest

Jakarta – Sampah plastik menjadi salah satu masalah lingkungan yang sulit diatasi karena membutuhkan waktu sangat lama untuk terurai secara alami. Berbeda dengan sampah organik seperti sisa makanan dan daun yang relatif lebih cepat membusuk, plastik dapat bertahan di lingkungan selama puluhan hingga ratusan tahun.

Lamanya waktu penguraian plastik bergantung pada berbagai faktor, mulai dari jenis bahan, ketebalan, paparan sinar matahari, suhu, hingga kondisi lingkungan tempat sampah tersebut berada.

Berapa Lama Sampah Plastik Terurai?

Tidak semua jenis plastik membutuhkan waktu penguraian yang sama. Beberapa produk plastik bahkan dapat bertahan selama beberapa generasi sebelum terurai sepenuhnya.

Sebagai gambaran, botol plastik diperkirakan membutuhkan waktu sekitar 450 tahun untuk terurai, sedangkan kantong plastik dapat bertahan selama puluhan hingga ratusan tahun. Namun, angka tersebut merupakan perkiraan dan dapat berbeda bergantung pada kondisi lingkungan.

Sampah plastik yang berada di laut juga menghadapi kondisi penguraian yang berbeda dibandingkan plastik di daratan. Suhu air, paparan sinar matahari, arus, dan aktivitas gelombang dapat memengaruhi proses kerusakannya.

Mengapa Plastik Sulit Terurai?

Plastik umumnya dibuat dari polimer sintetis yang memiliki struktur kimia relatif kuat dan tahan terhadap proses penguraian alami. Mikroorganisme di lingkungan tidak selalu mampu memecah bahan tersebut dengan mudah.

Paparan sinar matahari dan perubahan suhu memang dapat membuat plastik menjadi rapuh dan pecah menjadi bagian yang lebih kecil. Akan tetapi, kondisi ini tidak selalu berarti plastik sudah terurai sepenuhnya.

Dalam banyak kasus, plastik justru berubah menjadi mikroplastik, yakni partikel plastik berukuran sangat kecil yang dapat menyebar di tanah, sungai, dan laut.

Keberadaan mikroplastik menjadi perhatian karena partikel tersebut sulit dikumpulkan kembali setelah tersebar di lingkungan.

Dampak Sampah Plastik bagi Lingkungan

Sampah plastik yang dibuang sembarangan dapat menyumbat saluran air, memperburuk risiko banjir, serta mencemari tanah dan perairan. Di laut, sampah plastik juga dapat membahayakan hewan karena berisiko tertelan atau menjerat tubuh mereka.

Selain itu, penumpukan sampah plastik dapat mengganggu keseimbangan ekosistem dan menambah beban pengelolaan sampah di berbagai daerah.

Masalah ini tidak hanya berkaitan dengan lamanya plastik terurai, tetapi juga jumlah sampah yang terus dihasilkan setiap hari.

Cara Mengurangi Sampah Plastik

Ada beberapa langkah sederhana yang dapat dilakukan untuk mengurangi sampah plastik dalam kehidupan sehari-hari, antara lain:

  1. Menggunakan barang yang dapat dipakai ulang, seperti botol minum dan tas belanja.
  2. Mengurangi plastik sekali pakai, terutama jika tersedia alternatif yang sesuai.
  3. Memilah sampah berdasarkan jenisnya agar plastik yang masih dapat didaur ulang lebih mudah dikelola.
  4. Menggunakan tempat sampah dengan benar dan tidak membuang sampah ke sungai atau saluran air.
  5. Mendukung kegiatan daur ulang serta memilih produk dengan kemasan yang lebih sedikit.

Mengurangi penggunaan plastik sejak awal menjadi langkah penting karena tidak semua jenis plastik dapat didaur ulang dengan mudah.

Pada akhirnya, sampah plastik membutuhkan waktu sangat lama untuk terurai dan dapat meninggalkan partikel kecil yang bertahan di lingkungan. Oleh sebab itu, mengurangi penggunaan plastik sekali pakai dan membuang sampah secara bertanggung jawab menjadi upaya penting untuk menjaga kelestarian lingkungan.

brtv.co.id