Skip to main content

BRTV

Mengapa Bawang Bisa Membuat MaPerih? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Ilustrasi bawang. Foto: Pinterest

Jakarta – Bawang menjadi salah satu bahan masakan yang sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Namun, saat mengiris bawang, terutama bawang bombai, banyak orang mengalami mata perih hingga mengeluarkan air mata.

Kondisi tersebut sebenarnya merupakan reaksi alami tubuh terhadap senyawa kimia yang dilepaskan ketika bawang dipotong. Proses ini melibatkan reaksi antara enzim dan senyawa yang terdapat di dalam jaringan bawang.

Lantas, mengapa mengiris bawang bisa membuat mata terasa perih dan berair?

Senyawa Kimia dalam Bawang Menyebabkan Mata Perih

Ketika bawang masih utuh, senyawa yang terkandung di dalamnya tersimpan dalam bagian sel yang terpisah. Namun, saat bawang dipotong atau diiris, jaringan selnya rusak sehingga berbagai senyawa tersebut dapat saling bereaksi.

Pada bawang bombai, kerusakan sel memicu kerja enzim yang mengubah senyawa sulfur menjadi zat antara yang kemudian menghasilkan senyawa volatil atau mudah menguap. Salah satunya adalah syn-propanethial-S-oxide, yang dikenal sebagai faktor pemicu air mata.

Senyawa tersebut menyebar melalui udara dan mencapai permukaan mata. Ketika mengenai jaringan mata yang sensitif, senyawa ini menimbulkan iritasi sehingga mata terasa perih.

Sebagai respons, kelenjar air mata menghasilkan cairan lebih banyak untuk membantu membilas zat yang mengiritasi permukaan mata. Inilah alasan mata bisa berair ketika seseorang sedang mengiris bawang.

Mengapa Tidak Semua Jenis Bawang Menimbulkan Efek yang Sama?

Tingkat kepedihan yang dirasakan ketika mengiris bawang dapat berbeda-beda. Hal ini dipengaruhi oleh jenis bawang, kandungan senyawa sulfur, kondisi penyimpanan, serta cara bawang dipotong.

Bawang bombai dikenal dapat memicu keluarnya air mata karena menghasilkan senyawa yang mudah menguap dan mengiritasi mata. Sementara itu, bawang merah dan bawang putih juga memiliki senyawa sulfur yang menghasilkan aroma khas, tetapi komposisi senyawa dan reaksi kimianya tidak sepenuhnya sama.

Selain jenis bawang, teknik memotong juga berpengaruh. Pisau yang tajam cenderung memotong jaringan dengan lebih rapi sehingga kerusakan sel dapat dikurangi dibandingkan penggunaan pisau tumpul yang menghancurkan lebih banyak jaringan.

Meski begitu, penggunaan pisau tajam tidak sepenuhnya mencegah mata berair.

Cara Mengurangi Mata Perih Saat Mengiris Bawang

Ada beberapa cara yang dapat dicoba untuk mengurangi rasa perih ketika menyiapkan bawang di dapur.

1. Gunakan pisau tajam

Pisau tajam membantu memotong bawang dengan lebih rapi dan mengurangi kerusakan jaringan yang tidak perlu.

2. Dinginkan bawang sebelum dipotong

Bawang yang didinginkan sebentar di dalam lemari es dapat melepaskan senyawa volatil lebih lambat. Cara ini berpotensi mengurangi jumlah senyawa yang mencapai mata, meskipun hasilnya tidak selalu sama.

3. Pastikan ventilasi dapur baik

Mengiris bawang di dekat ventilasi atau menggunakan kipas pengisap dapat membantu mengalirkan senyawa yang menguap menjauh dari wajah.

4. Gunakan kacamata pelindung

Kacamata pelindung yang menutup area sekitar mata dapat membantu mengurangi kontak dengan senyawa penyebab iritasi. Kacamata biasa belum tentu memberikan perlindungan yang sama karena masih memiliki celah di bagian samping.

5. Hindari menggosok mata

Jika mata mulai terasa perih, hindari menggosoknya dengan tangan yang mungkin terkena cairan bawang. Menggosok mata justru dapat memperburuk iritasi. Jika diperlukan, bilas mata menggunakan air bersih yang mengalir.

Apakah Mata Berair akibat Bawang Berbahaya?

Pada umumnya, mata berair akibat mengiris bawang merupakan reaksi sementara yang akan mereda setelah paparan berhenti. Kondisi ini berbeda dari kerusakan mata yang serius.

Namun, jika rasa sakit berlangsung lama, penglihatan menjadi kabur, atau muncul gejala yang tidak biasa, sebaiknya segera mencari pertolongan medis.

Dengan memahami proses kimia di balik reaksi tersebut, kebiasaan sederhana seperti menggunakan pisau tajam, mendinginkan bawang, dan memperbaiki ventilasi dapur dapat membantu membuat kegiatan memasak terasa lebih nyaman.

brtv.co.id