
Penyebab banjir bandang Kabupaten Solok, Sumatera Barat, mulai ditelusuri lebih jauh. Polisi melakukan pemeriksaan di kawasan hulu sungai yang berada di sekitar Gunung Talang untuk mengetahui faktor yang memicu derasnya aliran air hingga menerjang wilayah di bawahnya.
Penelusuran dilakukan oleh Polres Arosuka melalui pemeriksaan langsung di lapangan dan pemantauan menggunakan kamera drone. Dari pemantauan tersebut, polisi menemukan sejumlah kondisi yang menjadi perhatian, termasuk keberadaan danau alami serta perubahan penggunaan lahan di kawasan hulu.
Banjir bandang yang terjadi sebelumnya membawa aliran air dan material dalam jumlah besar. Kondisi tersebut menjadi perhatian karena sungai yang menjadi jalur aliran banjir biasanya memiliki debit yang relatif kecil.
Polisi Temukan Danau Alami di Hulu
Kapolres Arosuka AKBP Rini menjelaskan bahwa dari pemantauan udara ditemukan sebuah danau alami berukuran kecil di kawasan hulu.
Danau tersebut berfungsi sebagai tempat penampungan air. Namun, kondisi cuaca yang berubah secara ekstrem dalam beberapa hari diduga berpengaruh terhadap kestabilan tanah di sekitarnya.
Hujan deras dengan intensitas tinggi terjadi dalam waktu cukup lama. Kondisi tersebut kemudian diselingi cuaca panas sebelum hujan kembali mengguyur kawasan tersebut.
Perubahan cuaca tersebut diduga menyebabkan tanah mengalami retakan. Kondisi tanah yang tidak stabil kemudian berpotensi membuat bagian penahan danau alami mengalami kerusakan.
Air yang keluar dalam jumlah besar selanjutnya mengalir menuju kawasan hilir dan membawa material dari sepanjang jalur aliran.
Tidak Ditemukan Pembalakan Liar
Dalam pemeriksaan sementara, polisi tidak menemukan indikasi pembalakan liar di kawasan hulu Gunung Talang.
Namun, terdapat area perkebunan di bagian atas kawasan tersebut. Polisi menduga sebelumnya terdapat vegetasi berupa pepohonan besar yang memiliki fungsi dalam menjaga kestabilan tanah.
Perubahan tutupan lahan menjadi kawasan perkebunan menjadi salah satu faktor yang masih dikaji dalam penelusuran penyebab banjir bandang Solok.
Polisi juga masih melakukan pendataan terkait status dan kepemilikan lahan di kawasan hulu. Proses tersebut akan dilakukan secara bertahap karena penanganan korban dan dampak bencana masih menjadi prioritas.
Pemkab Solok Bantah Ada Pembukaan Hutan Ilegal
Sebelumnya, Bupati Solok Jon Firman Pandu membantah adanya pembalakan liar maupun pembukaan hutan secara ilegal yang disebut sebagai penyebab banjir bandang.
Menurut pemerintah daerah, kawasan hulu memang dimanfaatkan masyarakat untuk aktivitas perladangan. Namun, kondisi tersebut dinilai berbeda dengan pembukaan hutan secara ilegal dalam skala besar.
Pemkab Solok tetap akan melakukan evaluasi terhadap kondisi kawasan, termasuk memeriksa kembali aspek administratif dan dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) yang berkaitan dengan wilayah tersebut.
Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan pengelolaan kawasan telah sesuai dengan ketentuan dan tidak meningkatkan risiko bencana.
Lereng Gunung Talang Jadi Perhatian
Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi juga menyoroti kondisi kawasan hulu di kaki Gunung Talang.
Wilayah tersebut terdiri atas kawasan hutan lindung dan Area Penggunaan Lain (APL) yang sebagian dimanfaatkan sebagai lahan pertanian masyarakat.
Menurut pemerintah daerah, tidak semua aktivitas pertanian di kawasan tersebut dapat disebut sebagai alih fungsi hutan. Namun, pembukaan lahan secara bertahap tetap perlu diawasi, terutama karena kondisi tutupan vegetasi memiliki kaitan dengan kemampuan tanah dalam menyerap dan menahan air.
Saat hujan ekstrem terjadi, kondisi tanah dan tutupan lahan menjadi bagian yang penting dalam upaya memahami potensi terjadinya bencana hidrometeorologi.
Hulu Gunung Talang Akan Dikaji
Untuk mengurangi risiko bencana susulan, pemerintah bersama tim gabungan melakukan kajian terhadap kawasan hulu Gunung Talang.
Kajian tersebut mencakup kondisi geografis, kontur tanah, jarak kawasan hulu dengan permukiman, serta tingkat keamanan lokasi yang berada di sekitar wilayah terdampak banjir.
Hasil pemetaan nantinya dapat menjadi bahan pertimbangan dalam menentukan kebijakan penataan kawasan, termasuk keberadaan permukiman maupun fasilitas pemerintahan.
Pengawasan terhadap kawasan hulu juga akan diperkuat. Pemerintah daerah mendorong masyarakat agar menerapkan pengelolaan lahan yang memperhatikan kondisi lingkungan dan risiko bencana.
Banjir Bandang Solok Jadi Pengingat Pentingnya Menjaga Hulu
Banjir bandang Kabupaten Solok menunjukkan bahwa kondisi kawasan hulu tidak dapat dipisahkan dari keselamatan masyarakat yang tinggal di wilayah hilir.
Curah hujan ekstrem, kondisi geologi, kestabilan tanah, aliran sungai, serta perubahan tutupan lahan dapat menjadi bagian dari rangkaian faktor yang perlu dikaji secara menyeluruh.
Karena itu, penanganan bencana tidak cukup hanya dilakukan setelah banjir terjadi. Pemantauan kawasan hulu, pengawasan penggunaan lahan, serta sistem peringatan dini juga menjadi bagian penting untuk mengurangi risiko bencana di masa mendatang.
Pemerintah dan masyarakat kini masih menunggu hasil kajian lebih lengkap mengenai penyebab banjir bandang Solok dan kondisi kawasan hulu Gunung Talang.







