Skip to main content

BRTV

Daftar 8 Cabai Terpedas di Dunia, Berani Coba yang Dijuluki Kalajengking?

Ilustrasi cabai terpedas di dunia. Foto: Pinterest

BRYV.CO.ID – Bagi pencinta makanan pedas, cabai bukan sekadar pelengkap hidangan, melainkan bagian penting yang mampu meningkatkan cita rasa. Namun, tahukah kamu bahwa ada jenis cabai dengan tingkat kepedasan mencapai jutaan Scoville Heat Units (SHU)? Salah satunya adalah Trinidad Moruga Scorpion, cabai yang namanya terinspirasi dari bentuk buahnya yang menyerupai ekor kalajengking.

Cabai-cabai superpedas ini berasal dari berbagai negara dan memiliki karakteristik unik, mulai dari bentuk, warna, hingga sensasi panas yang ditimbulkan. Bahkan, beberapa varietas pernah menyandang gelar cabai terpedas di dunia sebelum akhirnya dikalahkan oleh varietas baru.

Lantas, apa saja cabai yang masuk dalam daftar cabai terpedas di dunia? Berikut delapan jenis cabai yang menarik untuk diketahui, seperti dirangkum untuk pembaca BRYV.co.id.

Mengenal Skala Scoville untuk Mengukur Kepedasan Cabai

Sebelum membahas daftarnya, penting untuk mengenal Scoville Heat Units atau SHU. Skala ini digunakan untuk menggambarkan tingkat kepedasan cabai berdasarkan kandungan capsaicinoid, terutama capsaicin, yang menimbulkan sensasi panas ketika bersentuhan dengan jaringan tubuh.

Sebagai perbandingan, jalapeño umumnya memiliki tingkat kepedasan sekitar 3.000–8.000 SHU. Sementara itu, Pepper X, yang memegang rekor resmi Guinness World Records sebagai cabai terpedas di dunia, memiliki rata-rata 2.693.000 SHU berdasarkan pengujian yang diumumkan pada 2023.

Perlu diingat, tingkat kepedasan setiap cabai dapat bervariasi tergantung varietas, kondisi budidaya, dan sampel yang diuji.

Daftar 8 Cabai Terpedas di Dunia

1. Pepper X — Rata-rata 2.693.000 SHU

Pepper X menjadi salah satu nama yang wajib masuk dalam pembahasan cabai terpedas di dunia. Cabai ini dikembangkan oleh Ed Currie, sosok yang juga menciptakan Carolina Reaper.

Pada Oktober 2023, Guinness World Records mengumumkan Pepper X sebagai pemegang rekor resmi cabai terpedas di dunia dengan rata-rata tingkat kepedasan mencapai 2.693.000 SHU.

Angka tersebut membuat Pepper X berada jauh di atas cabai yang biasa dikonsumsi sehari-hari. Sensasi pedasnya bukan lagi sekadar rasa hangat di lidah, melainkan pengalaman ekstrem yang berpotensi menimbulkan rasa terbakar dan ketidaknyamanan serius.

Pepper X menjadi bukti bahwa pengembangan varietas cabai terus menghasilkan tingkat kepedasan yang semakin tinggi.

2. Carolina Reaper — Sekitar 1.640.000 SHU

Sebelum Pepper X mengambil alih rekor, Carolina Reaper dikenal luas sebagai cabai terpedas di dunia. Cabai yang dikembangkan oleh Ed Currie di Amerika Serikat ini memiliki tampilan khas berupa kulit berkerut dan ujung buah yang menyerupai sengat.

Guinness World Records pernah mengonfirmasi tingkat kepedasan Carolina Reaper dengan rata-rata sekitar 1.569.300 SHU pada 2013. Pengujian berikutnya yang digunakan untuk pengakuan rekor pada 2017 mencatat angka rata-rata 1.641.183 SHU.

Selain terkenal karena kepedasannya, Carolina Reaper juga digambarkan memiliki karakter rasa buah dengan sedikit nuansa manis. Meski begitu, rasa tersebut sulit dinikmati apabila sensasi pedasnya terlalu mendominasi.

Tak heran jika Carolina Reaper menjadi salah satu varietas favorit dalam tantangan makanan ekstrem dan pembuatan saus superpedas.

3. Trinidad Scorpion Butch T — 1.463.700 SHU

Sesuai namanya, Trinidad Scorpion Butch T berasal dari pengembangan cabai yang berkaitan dengan Trinidad Scorpion. Varietas ini pernah memegang rekor cabai terpedas di dunia pada 2011.

Guinness World Records mencatat tingkat kepedasannya mencapai 1.463.700 SHU. Angka tersebut membuatnya menjadi salah satu varietas cabai yang sangat diperhitungkan dalam dunia cabai superpedas.

Julukan Scorpion merujuk pada bentuk buah yang memiliki ujung menyerupai sengat kalajengking. Penampilannya yang tidak biasa membuat cabai ini mudah dikenali oleh kolektor dan penggemar varietas cabai ekstrem.

Walaupun kini bukan lagi pemegang rekor tertinggi, Trinidad Scorpion Butch T tetap terkenal karena tingkat kepedasannya yang luar biasa.

4. Naga Viper — Sekitar 1.382.000 SHU

Naga Viper merupakan varietas cabai superpedas yang dikembangkan di Inggris. Cabai ini sempat menjadi sorotan dunia pada 2011 ketika diklaim sebagai salah satu cabai terpedas yang pernah dikembangkan.

Tingkat kepedasannya dilaporkan mencapai sekitar 1.382.000 SHU. Naga Viper merupakan varietas hibrida yang dikembangkan melalui persilangan beberapa jenis cabai pedas.

Namanya terdengar seperti makhluk mitologi yang berbahaya, sesuai dengan reputasinya sebagai cabai dengan sensasi panas ekstrem.

Naga Viper juga memperlihatkan bagaimana persilangan tanaman dapat menghasilkan varietas dengan karakteristik berbeda, termasuk tingkat kepedasan yang sangat tinggi.

5. Trinidad Moruga Scorpion — Rata-rata Sekitar 1.200.000 SHU

Inilah cabai yang dijuluki kalajengking dan menjadi daya tarik utama dalam artikel ini.

Trinidad Moruga Scorpion berasal dari wilayah Moruga di Trinidad dan Tobago. Cabai ini memiliki bentuk buah yang relatif bulat, kulit berkerut, serta ujung kecil yang menyerupai sengat kalajengking.

Pada 2012, penelitian yang melibatkan Chile Pepper Institute di New Mexico State University melaporkan bahwa varietas ini memiliki tingkat kepedasan rata-rata lebih dari 1,2 juta SHU. Beberapa sampel bahkan dilaporkan mencapai sekitar 2 juta SHU.

Salah satu ciri sensasi pedasnya adalah rasa panas yang dapat meningkat setelah cabai masuk ke mulut. Efeknya tidak selalu terasa maksimal pada gigitan pertama, tetapi dapat berkembang dalam beberapa saat.

Karena reputasinya, Trinidad Moruga Scorpion kerap digunakan dalam pembahasan tentang cabai ekstrem, saus pedas, dan budidaya varietas superpedas.

Meski bentuknya menarik, cabai ini tidak disarankan untuk dicoba secara langsung tanpa memahami risiko iritasi dan reaksi tubuh terhadap capsaicin dalam konsentrasi tinggi.

6. 7 Pot Douglah — Sekitar 900.000 hingga 1.800.000 SHU

7 Pot Douglah merupakan varietas cabai superpedas yang berasal dari Trinidad dan Tobago. Berbeda dari banyak cabai superpedas yang berwarna merah menyala, varietas ini dikenal dengan warna cokelat tua hingga keunguan ketika matang.

Nama 7 Pot berkaitan dengan cerita bahwa satu buah cabai dapat memberikan rasa pedas pada beberapa porsi masakan. Angka tersebut bukan ukuran ilmiah, tetapi menggambarkan reputasi kepedasannya.

Tingkat kepedasan 7 Pot Douglah dilaporkan berada dalam rentang yang cukup lebar, sekitar 900.000 hingga 1.800.000 SHU, tergantung sampel dan sumber pengukuran.

Selain sensasi panas yang kuat, varietas ini dikenal memiliki karakter rasa yang sering digambarkan lebih kaya dibandingkan sekadar rasa pedas.

7 Pot Douglah biasanya lebih cocok digunakan dalam jumlah sangat kecil sebagai bahan saus atau bumbu, bukan dikonsumsi utuh seperti cabai rawit biasa.

7. 7 Pot Primo — Sekitar 1.000.000 SHU atau Lebih

7 Pot Primo merupakan varietas cabai superpedas yang dikenal melalui bentuk buahnya yang berkerut dan ujungnya yang memanjang menyerupai sengat.

Cabai ini dikembangkan oleh Troy Primeaux di Amerika Serikat dan memiliki reputasi kuat di kalangan penggemar cabai ekstrem. Tingkat kepedasannya sering dilaporkan mencapai lebih dari satu juta SHU, meskipun angka pastinya dapat berbeda menurut sumber dan sampel.

Bentuknya yang unik membuat 7 Pot Primo kerap disamakan dengan varietas Scorpion. Namun, keduanya merupakan varietas yang berbeda.

7 Pot Primo juga sering digunakan untuk membuat saus pedas dengan karakter rasa yang kuat. Karena tingkat kepedasannya tinggi, penggunaan sedikit saja dapat memberikan pengaruh besar terhadap rasa makanan.

Bagi pencinta kuliner, cabai ini menjadi contoh bahwa kepedasan ekstrem tidak hanya ditentukan oleh warna merah atau ukuran buah, tetapi juga oleh karakter genetik dan kandungan capsaicinoidnya.

8. Bhut Jolokia atau Ghost Pepper — Sekitar 800.000 hingga 1.000.000 SHU

Bhut Jolokia, yang juga dikenal sebagai Ghost Pepper, berasal dari kawasan India timur laut, terutama wilayah Assam dan sekitarnya.

Cabai ini pernah menjadi sensasi dunia setelah dikenal sebagai salah satu cabai terpedas yang berhasil diuji pada masanya. Pengukuran historisnya menunjukkan tingkat kepedasan lebih dari satu juta SHU pada sampel tertentu.

Dibandingkan dengan beberapa varietas superpedas lain, Bhut Jolokia memiliki bentuk memanjang dengan kulit berkerut dan warna yang dapat berubah menjadi merah, oranye, atau warna lain bergantung varietasnya.

Nama Ghost Pepper membuatnya semakin populer di kalangan penggemar tantangan makanan pedas. Cabai ini juga digunakan dalam berbagai olahan lokal serta produk saus pedas.

Walaupun berada di urutan terakhir dalam daftar ini, Bhut Jolokia tetap jauh lebih pedas dibandingkan kebanyakan cabai yang biasa ditemukan di pasar.

Mengapa Cabai Superpedas Bisa Sangat Menyengat?

Rahasia kepedasan cabai terletak pada capsaicin dan senyawa terkait yang disebut capsaicinoid. Senyawa tersebut mengaktifkan reseptor saraf yang juga merespons panas sehingga tubuh merasakan sensasi terbakar.

Kandungan senyawa tersebut tidak selalu sama pada setiap buah, bahkan dalam varietas yang sama. Faktor genetik, kematangan, lingkungan, dan kondisi budidaya dapat memengaruhi tingkat kepedasannya.

Itulah sebabnya angka SHU sebaiknya dipahami sebagai gambaran tingkat kepedasan, bukan jaminan bahwa setiap buah dari varietas tertentu memiliki tingkat kepedasan yang persis sama.

Apakah Aman Mencoba Cabai Terpedas di Dunia?

Mencoba makanan pedas memang menjadi tantangan tersendiri bagi sebagian orang. Namun, cabai superpedas seperti Pepper X, Carolina Reaper, dan Trinidad Moruga Scorpion bukanlah bahan yang sebaiknya dikonsumsi utuh hanya demi membuktikan keberanian.

Paparan capsaicin dalam jumlah tinggi dapat menyebabkan nyeri hebat pada mulut, tenggorokan, dan saluran pencernaan. Pada sebagian orang, konsumsi cabai ekstrem juga dapat memicu mual, muntah, nyeri perut, atau reaksi fisik yang lebih serius.

Jika menggunakan cabai superpedas untuk memasak, gunakan dalam jumlah sangat sedikit, hindari menyentuh mata atau wajah, dan cuci tangan setelah memegangnya. Sarung tangan juga dapat membantu mengurangi paparan langsung terhadap minyak cabai.

Jika cabai mengenai mata atau kulit, segera bilas bagian yang terkena dengan air mengalir. Apabila muncul kesulitan bernapas, nyeri dada, atau gejala berat lainnya setelah mengonsumsi cabai, segera cari pertolongan medis.

Kesimpulan

Dunia cabai memiliki banyak varietas dengan tingkat kepedasan yang luar biasa, mulai dari Bhut Jolokia hingga Pepper X yang memegang rekor resmi Guinness World Records dengan rata-rata 2.693.000 SHU.

Di antara nama-nama tersebut, Trinidad Moruga Scorpion tetap menarik perhatian berkat bentuk buahnya yang menyerupai sengat kalajengking dan reputasinya sebagai salah satu cabai superpedas paling terkenal.

Namun, kepedasan ekstrem tidak harus dibuktikan dengan memakan cabai secara utuh. Mengenali varietas, memahami skala Scoville, dan menggunakan cabai secara bijak merupakan cara yang lebih aman untuk menikmati dunia kuliner pedas.

Jadi, dari delapan cabai di atas, mana yang paling membuatmu penasaran? Ikuti informasi menarik seputar kuliner, gaya hidup, dan berbagai fakta unik lainnya bersama BRYV.co.id.