
BRTV.CO.ID – Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda, Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung, mengalami tiga kali erupsi pada Selasa (20/10/2026) pagi. Menyusul aktivitas vulkanik tersebut, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengimbau masyarakat dan wisatawan agar tidak mendekati kawasan gunung api dalam radius 5 kilometer dari pusat erupsi.
Berdasarkan laporan aktivitas vulkanik, tiga erupsi tersebut terjadi pada pukul 06.27 WIB, 06.40 WIB, dan 06.57 WIB. Aktivitas letusan terekam pada seismograf, sementara pengamatan visual terkendala karena kamera pengawas tertutup abu vulkanik.
Erupsi ketiga tercatat memiliki amplitudo maksimum 52 milimeter dengan durasi sekitar 32 detik. Sementara itu, tinggi kolom abu dari rangkaian erupsi tersebut tidak teramati dalam laporan yang tersedia.
PVMBG Tetapkan Radius Bahaya 5 Kilometer
PVMBG meminta masyarakat yang berada di sekitar Gunung Anak Krakatau, termasuk pengunjung dan wisatawan, untuk tidak memasuki ataupun melakukan aktivitas dalam radius 5 kilometer dari pusat erupsi.
Selain itu, masyarakat juga diminta menghindari aktivitas dalam radius 1 kilometer dari pulau baru di sektor barat laut dan tenggara Gunung Anak Krakatau.
Imbauan ini dikeluarkan untuk mengantisipasi potensi bahaya yang dapat muncul sewaktu-waktu seiring aktivitas vulkanik yang masih berlangsung.
Masyarakat diharapkan mematuhi seluruh rekomendasi keselamatan dan mengikuti perkembangan informasi dari instansi terkait.
Waspadai Lontaran Batu Pijar hingga Hujan Abu
Aktivitas erupsi gunung api dapat menimbulkan sejumlah ancaman bagi masyarakat yang berada terlalu dekat dengan pusat letusan.
Potensi bahaya meliputi lontaran batu pijar, hujan abu, aliran lava, serta erupsi sekunder akibat kontak material panas dengan air laut maupun air hujan.
Karena itu, masyarakat dan wisatawan tidak disarankan mendekati gunung untuk melihat atau mengabadikan aktivitas letusan secara langsung.
Masyarakat juga perlu menghindari penyebaran informasi yang belum terverifikasi dan mengutamakan pemberitahuan resmi dari pemerintah maupun petugas pemantauan gunung api.
Status Gunung Anak Krakatau Masih Siaga
Dalam laporan aktivitas pada 20 Oktober 2026, Gunung Anak Krakatau berada pada Level III atau Siaga.
Status tersebut menjadi pengingat bagi masyarakat bahwa aktivitas vulkanik perlu terus diwaspadai. Informasi mengenai dampak erupsi harus tetap mengacu pada laporan resmi, bukan dugaan atau kabar yang beredar di media sosial.
Masyarakat di wilayah pesisir Banten dan Lampung juga diimbau tetap tenang serta tidak mudah mempercayai kabar yang belum terkonfirmasi. Ikuti arahan otoritas kebencanaan setempat untuk memperoleh informasi yang akurat.
Masyarakat Diminta Tetap Tenang dan Waspada
Rangkaian erupsi Gunung Anak Krakatau menjadi pengingat pentingnya kesiapsiagaan menghadapi aktivitas gunung api. Masyarakat di sekitar Selat Sunda diharapkan tetap tenang, tidak memasuki zona berbahaya, dan memantau informasi terbaru dari PVMBG serta BPBD setempat.
Kepatuhan terhadap radius aman menjadi langkah penting untuk mengurangi risiko paparan material vulkanik maupun bahaya lain yang dapat menyertai erupsi.
Baca berita terkini, informasi nasional, dan kabar kebencanaan lainnya hanya di brtv.co.id.







