
Kasus influenza di Indonesia terpantau mengalami peningkatan dalam beberapa pekan terakhir. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat persentase spesimen yang dinyatakan positif influenza pada pekan ke-36 mencapai 51 persen.
Angka tersebut meningkat dibandingkan pekan sebelumnya yang berada di angka 37 persen.
Meski demikian, Kemenkes menyatakan kondisi influenza secara nasional masih terkendali. Peningkatan kasus yang terjadi juga masih berada dalam pola musiman yang umum terjadi.
Subtipe influenza yang paling banyak ditemukan saat ini adalah influenza A(H1N1)pdm09. Sejumlah wilayah yang mencatat kasus cukup banyak antara lain Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Jawa Barat.
Di tengah meningkatnya deteksi influenza, masyarakat penting mengenali gejalanya, terutama karena keluhan influenza dapat menyerupai penyakit saluran pernapasan lainnya.
Kenali 7 Gejala Influenza A
Influenza A dan influenza B pada dasarnya dapat menimbulkan gejala yang serupa. Keluhan yang dirasakan seseorang dapat berbeda-beda, mulai dari ringan hingga lebih berat.
Berikut tujuh gejala yang perlu diperhatikan:
1. Demam dan menggigil
Suhu tubuh yang meningkat dapat disertai rasa menggigil. Keluhan ini merupakan salah satu tanda yang umum muncul ketika tubuh mengalami infeksi influenza.
2. Pilek
Hidung berair atau tersumbat juga dapat menyertai infeksi influenza. Gejala ini sering muncul bersama batuk dan sakit tenggorokan.
3. Batuk
Batuk termasuk keluhan yang umum terjadi pada influenza. Intensitasnya dapat berbeda pada setiap orang.
4. Tenggorokan sakit atau suara serak
Infeksi influenza dapat membuat tenggorokan terasa nyeri atau tidak nyaman. Pada sebagian orang, kondisi tersebut juga disertai perubahan suara menjadi serak.
5. Mual, muntah, atau diare
Keluhan pada sistem pencernaan juga bisa terjadi. Gejala seperti mual, muntah, dan diare lebih sering ditemukan pada anak-anak.
6. Sakit kepala dan badan terasa pegal
Influenza tidak hanya menimbulkan gejala pada saluran pernapasan. Penderita juga dapat mengalami sakit kepala serta nyeri atau pegal pada tubuh.
7. Kelelahan
Tubuh dapat terasa lebih lemah dan mudah lelah selama mengalami infeksi. Rasa lelah terkadang tetap terasa meski beberapa gejala lainnya mulai berkurang.
Gejala tersebut dapat muncul secara bersamaan maupun bertahap. Dalam banyak kasus, influenza dapat membaik dengan sendirinya.
Namun, kondisi tubuh tetap perlu diperhatikan. Jika keluhan semakin berat atau tidak menunjukkan tanda-tanda membaik, pemeriksaan medis diperlukan.
Siapa yang Lebih Rentan?
Influenza dapat menyerang siapa saja. Meski demikian, beberapa kelompok memiliki perhatian khusus karena lebih berisiko mengalami infeksi atau komplikasi.
Balita
Anak berusia 0-4 tahun termasuk kelompok yang banyak terdeteksi mengalami influenza. Berdasarkan pemantauan Kemenkes, kelompok usia ini memiliki proporsi kasus yang cukup besar.
Kondisi tersebut membuat orang tua perlu lebih memperhatikan kesehatan anak ketika muncul demam, batuk, pilek, atau gejala lainnya.
Anak-anak dan remaja
Kasus influenza juga ditemukan pada kelompok usia sekolah hingga remaja. Aktivitas yang melibatkan banyak orang membuat upaya pencegahan penularan menjadi penting pada kelompok ini.
Ibu hamil
Kehamilan menjadi salah satu kondisi yang perlu mendapat perhatian ketika seseorang mengalami influenza. Ibu hamil sebaiknya memantau gejala dan berkonsultasi dengan tenaga kesehatan apabila kondisi memburuk.
Lansia
Kelompok lanjut usia juga perlu lebih berhati-hati ketika mengalami influenza. Pada lansia, infeksi dapat memiliki risiko komplikasi yang lebih tinggi.
Orang dengan daya tahan tubuh rendah atau penyakit penyerta
Mereka yang memiliki sistem kekebalan tubuh lemah maupun penyakit penyerta perlu memberikan perhatian lebih terhadap gejala influenza.
Jika keluhan muncul atau semakin berat, pemeriksaan di fasilitas kesehatan dapat membantu menentukan penanganan yang sesuai.
Kemenkes Minta Masyarakat Tetap Tenang
Kemenkes mengimbau masyarakat tidak perlu panik menyikapi peningkatan deteksi influenza. Pemerintah masih melakukan pemantauan perkembangan kasus di berbagai wilayah.
Pencegahan juga dapat dilakukan melalui kebiasaan sederhana. Masyarakat dianjurkan rutin mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir, menjaga kebersihan lingkungan, serta menerapkan etika saat batuk dan bersin.
Menjaga waktu tidur dan istirahat yang cukup serta mengonsumsi makanan bergizi juga menjadi bagian dari pola hidup sehat.
Sementara bagi orang yang sedang mengalami gejala influenza, penggunaan masker dapat membantu mengurangi risiko penularan. Sebisa mungkin, orang yang sedang sakit juga mengurangi kontak dekat dengan orang lain dan beristirahat di rumah.
Pada umumnya influenza dapat pulih dengan sendirinya. Namun, apabila gejala semakin berat, segera periksakan kondisi ke dokter atau fasilitas pelayanan kesehatan terdekat.
Dengan mengenali gejala sejak awal dan menerapkan kebiasaan hidup bersih, masyarakat dapat ikut mengurangi risiko penyebaran influenza, terutama kepada kelompok yang lebih rentan.







