
Kawasan Taman Nasional Tambora (TNT) di Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat, mengalami kebakaran berulang sepanjang tahun 2026. Berdasarkan data pengelola taman nasional, luas lahan yang terdampak kebakaran telah mencapai lebih dari 14 ribu hektare dengan total sekitar 125 kejadian kebakaran.
Hingga saat ini, pihak Taman Nasional Tambora masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab dan pihak yang bertanggung jawab atas kebakaran tersebut. Petugas menduga kebakaran berkaitan dengan aktivitas manusia, seperti perburuan rusa timor, pencarian madu, atau kegiatan pemanduan wisata.
Namun, dugaan tersebut belum dapat dibuktikan. Saat melakukan patroli dan proses pemadaman, petugas gabungan dari Balai Taman Nasional, kepolisian, TNI, serta masyarakat tidak menemukan orang yang sedang melakukan aktivitas di sekitar lokasi kebakaran.
Kondisi kawasan yang terbakar juga diduga dipengaruhi oleh musim kemarau. Hasil pemeriksaan lapangan menunjukkan bahwa sebagian area yang terbakar merupakan padang savana yang dipenuhi semak dan ilalang dalam kondisi kering. Vegetasi tersebut mudah terbakar ketika cuaca panas dan kering berlangsung cukup lama.
Kebakaran tersebut menyebabkan hilangnya sebagian vegetasi savana dan semak belukar. Sementara itu, petugas tidak menemukan laporan mengenai satwa yang terdampak langsung akibat kejadian tersebut berdasarkan pemeriksaan di lapangan.
Pendakian Gunung Tambora Ditutup Sementara
Meningkatnya risiko kebakaran juga berdampak pada aktivitas pendakian Gunung Tambora. Balai Taman Nasional Tambora memutuskan untuk menutup sementara jalur pendakian sejak 1 September 2026.
Penutupan dilakukan sebagai langkah pencegahan karena wilayah Tambora sedang menghadapi puncak musim kemarau yang meningkatkan potensi terjadinya kebakaran hutan dan lahan.
Dengan kondisi tersebut, masyarakat dan wisatawan yang berencana mendaki Gunung Tambora perlu menunggu hingga jalur pendakian kembali dinyatakan aman dan dibuka oleh pihak pengelola.
Selain menjaga keselamatan pendaki, penutupan sementara juga menjadi bagian dari upaya melindungi ekosistem Taman Nasional Tambora dari risiko kebakaran yang semakin meluas.







