
Kasus motor listrik terbakar dapat menimbulkan pertanyaan bagi pemilik kendaraan, terutama soal kapan risiko tersebut lebih mungkin terjadi: saat motor sedang digunakan atau ketika baterai sedang diisi daya.
Menurut Abdulah, pemilik bengkel spesialis motor listrik Dollland Motor Electric di Bekasi, Jawa Barat, motor listrik dalam kondisi normal seharusnya memiliki risiko kebakaran yang rendah.
Ia menjelaskan, kebakaran umumnya tidak terjadi tanpa adanya masalah pada komponen kendaraan. Ada kondisi tertentu yang dapat menjadi pemicu sebelum munculnya api.
Salah satu hal yang perlu diperhatikan adalah kondisi kabel, soket, dan sambungan antarkomponen.
Sambungan Kabel Bisa Menjadi Masalah
Saat motor listrik digunakan, kendaraan akan menghadapi berbagai kondisi jalan. Permukaan jalan yang rusak dapat menghasilkan getaran yang terus-menerus diterima kendaraan.
Jika berlangsung dalam waktu lama, getaran tersebut berpotensi memengaruhi sejumlah sambungan komponen, terlebih apabila kondisi soket sudah mulai longgar.
Abdulah mengatakan pemeriksaan berkala penting dilakukan untuk mengetahui apakah terdapat sambungan atau komponen yang mengalami perubahan kondisi.
Pemilik motor listrik disarankan membawa kendaraan ke bengkel untuk diperiksa secara berkala. Pemeriksaan tersebut dapat dilakukan, misalnya, setiap enam bulan atau satu tahun, tergantung kondisi dan penggunaan kendaraan.
Dengan pemeriksaan rutin, potensi masalah pada soket maupun komponen lain dapat diketahui lebih awal sebelum berkembang menjadi kerusakan yang lebih serius.
Bagaimana Saat Motor Listrik Dicas?
Risiko ketika motor listrik sedang mengisi daya memiliki faktor yang berbeda.
Menurut Abdulah, penggunaan perangkat pengisian yang tidak tepat atau kesalahan ketika menghubungkan konektor dapat menjadi salah satu penyebab masalah.
Karena itu, pemilik perlu memperhatikan cara mengisi daya sesuai dengan ketentuan kendaraan.
Konektor harus terpasang dengan benar dan perangkat pengisi daya yang digunakan harus sesuai dengan spesifikasi motor listrik.
Penggunaan charger yang tidak sesuai atau pemasangan konektor secara sembarangan sebaiknya dihindari.
Jadi, Kapan Lebih Berisiko?
Berdasarkan penjelasan tersebut, tidak tepat jika kebakaran motor listrik hanya dikaitkan dengan satu kondisi, apakah ketika dicas atau saat digunakan di jalan.
Ketika berkendara, salah satu hal yang perlu diperhatikan adalah kondisi komponen dan sambungan yang dapat terpengaruh oleh getaran, terutama jika kendaraan jarang mendapatkan perawatan.
Sementara ketika pengisian daya, cara penggunaan charger dan konektor menjadi hal penting yang harus diperhatikan.
Dengan kata lain, kondisi kendaraan dan cara penggunaannya sama-sama berperan dalam menjaga keamanan motor listrik.
Perawatan Jadi Kunci
Pemilik motor listrik sebaiknya tidak menunggu munculnya masalah untuk melakukan pemeriksaan.
Perawatan berkala dapat membantu mengetahui lebih awal apabila terdapat soket yang kendur, kabel bermasalah, atau komponen lain yang membutuhkan perhatian.
Saat melakukan pengisian daya di rumah, gunakan perangkat yang memang diperuntukkan bagi kendaraan tersebut dan ikuti petunjuk pengisian dari produsen.
Kebiasaan sederhana seperti memastikan konektor terpasang dengan baik dan melakukan pemeriksaan rutin dapat membantu mengurangi risiko gangguan pada sistem kelistrikan.
Pada akhirnya, motor listrik yang dirawat dengan baik dan digunakan sesuai prosedur memiliki risiko masalah yang lebih rendah. Perhatian terhadap kondisi kendaraan menjadi bagian penting, baik ketika motor digunakan berkendara maupun saat baterainya sedang diisi.







