
BRTV.co.id, Jawa Tengah — Sebagian besar wilayah Jawa Tengah masih menghadapi potensi kekeringan meteorologis pada September 2026. Berdasarkan peringatan dini Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk Dasarian II September atau periode 11–20 September 2026, sebanyak 31 kabupaten/kota berstatus Awas kekeringan meteorologis.
Data Stasiun Klimatologi Jawa Tengah menunjukkan, selain wilayah berstatus Awas, terdapat empat wilayah yang berada pada status Siaga. Sementara itu, tidak ada kabupaten/kota yang masuk kategori Waspada pada periode tersebut.
31 Wilayah Berstatus Awas
Wilayah Jawa Tengah yang masuk kategori Awas pada Dasarian II September 2026 meliputi:
- Kota Tegal
- Kota Magelang
- Kota Semarang
- Kota Surakarta
- Kabupaten Cilacap
- Kabupaten Brebes
- Kabupaten Tegal
- Kabupaten Banyumas
- Kabupaten Purbalingga
- Kabupaten Pemalang
- Kabupaten Pekalongan
- Kabupaten Banjarnegara
- Kabupaten Kebumen
- Kabupaten Wonosobo
- Kabupaten Magelang
- Kabupaten Batang
- Kabupaten Kendal
- Kabupaten Purworejo
- Kabupaten Klaten
- Kabupaten Boyolali
- Kabupaten Demak
- Kabupaten Jepara
- Kabupaten Kudus
- Kabupaten Pati
- Kabupaten Grobogan
- Kabupaten Rembang
- Kabupaten Blora
- Kabupaten Sragen
- Kabupaten Karanganyar
- Kabupaten Sukoharjo
- Kabupaten Wonogiri
Sementara itu, wilayah yang berada dalam status Siaga adalah Kota Pekalongan, Kota Salatiga, Kabupaten Temanggung, dan Kabupaten Semarang.
Kekeringan Mulai Berdampak ke Masyarakat
Kondisi kekeringan meteorologis mulai memberikan dampak nyata di sejumlah daerah. Sejumlah kabupaten di Jawa Tengah telah mengalami kekeringan sejak awal Juli 2026, termasuk Pemalang, Grobogan, Temanggung, Semarang, Pekalongan, Cilacap, Klaten, dan Purbalingga.
Di sejumlah wilayah tersebut, pemerintah daerah telah melakukan distribusi bantuan air bersih kepada masyarakat yang mengalami kesulitan mendapatkan air untuk kebutuhan sehari-hari.
Kabupaten Cilacap menjadi salah satu daerah yang mengalami dampak cukup luas. Hingga pertengahan September 2026, kekeringan dilaporkan meluas ke sejumlah desa dan kecamatan. Ribuan keluarga membutuhkan bantuan air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Status Kekeringan Mulai Berubah
Memasuki Dasarian III September atau periode 21–30 September 2026, kondisi di sejumlah wilayah Jawa Tengah mulai mengalami perubahan. Sebagian wilayah yang sebelumnya berstatus Awas mulai turun menjadi Waspada seiring sejumlah daerah memasuki fase transisi musim setelah melewati puncak musim kemarau.
Namun, sejumlah wilayah masih berstatus Awas, antara lain Kota Tegal serta Kabupaten Brebes, Cilacap, Tegal, Pemalang, Pekalongan, Batang, Kendal, Kebumen, Purworejo, Magelang, Demak, Jepara, Kudus, Pati, Rembang, Blora, Sragen, Boyolali, Karanganyar, Klaten, Sukoharjo, dan Wonogiri.
Perubahan status tersebut tidak berarti seluruh wilayah telah terbebas dari dampak kekeringan. Pemerintah daerah dan masyarakat tetap perlu memperhatikan ketersediaan air, terutama di daerah yang masih berada dalam kategori Awas dan Siaga.
Masyarakat Diminta Hemat Air
Masyarakat di wilayah terdampak diimbau menggunakan air secara bijak dengan memprioritaskan kebutuhan pokok. Warga juga perlu memantau informasi terbaru mengenai perkembangan cuaca, iklim, dan peringatan dini kekeringan dari BMKG.
Kondisi lingkungan yang kering juga perlu diwaspadai karena dapat meningkatkan risiko kebakaran hutan, lahan, maupun permukiman. Aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran sebaiknya dihindari, terutama di wilayah dengan vegetasi yang sudah mengering.
Dengan memasuki fase transisi musim di sejumlah daerah, masyarakat tetap perlu waspada terhadap perkembangan kondisi cuaca. Informasi peringatan dini BMKG dapat menjadi salah satu acuan dalam melakukan langkah mitigasi dan mengantisipasi dampak kekeringan.
BRTV.co.id — Mengabarkan informasi terkini dari Jawa Tengah dan sekitarnya.







