Skip to main content

BRTV

Kebakaran di Kebayoran Lama Diduga Berawal dari Warteg, 180 Warga Terdampak

Ilustrasi kebakaran. Foto: Pinterest

Kebakaran melanda kawasan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, pada Selasa malam, 22 September 2026. Kobaran api diduga pertama kali muncul dari sebuah warteg sebelum merambat ke bangunan lain di sekitarnya.

Informasi mengenai titik awal kebakaran disampaikan oleh Kasiops Suku Dinas Gulkarmat Jakarta Selatan, Sjukri Bahanan. Berdasarkan keterangan warga, api terlihat berasal dari warteg dan kemudian menjalar hingga ke sebuah bengkel ban.

Warga Sempat Berusaha Memadamkan Api

Sebelum petugas pemadam kebakaran tiba, warga sekitar sempat berupaya mengendalikan api menggunakan alat pemadam api ringan (APAR). Namun, kobaran api yang semakin membesar membuat upaya tersebut tidak berhasil.

Warga kemudian melaporkan kejadian itu kepada petugas pemadam kebakaran untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Dugaan sementara, kebakaran tersebut dipicu oleh korsleting listrik. Meski demikian, penyebab pasti kebakaran tetap menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut dari pihak terkait.

Area Kebakaran Capai 1.100 Meter Persegi

Kobaran api dilaporkan menghanguskan area dengan luas sekitar 1.100 meter persegi. Besarnya area yang terdampak membuat proses pemadaman membutuhkan pengerahan personel dan kendaraan dalam jumlah cukup banyak.

Sebanyak 24 unit kendaraan pemadam kebakaran dan 128 personel dikerahkan untuk menangani kebakaran di lokasi.

Petugas berhasil melokalisasi api sekitar pukul 21.20 WIB. Setelah itu, proses pendinginan mulai dilakukan sekitar pukul 21.33 WIB untuk memastikan tidak ada lagi titik api yang berpotensi kembali membesar.

180 Jiwa Terdampak

Kebakaran di Kebayoran Lama tersebut turut berdampak terhadap warga sekitar. Tercatat sekitar 60 kepala keluarga atau 180 jiwa menjadi pihak yang terdampak akibat kejadian tersebut.

Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk lebih memperhatikan kondisi instalasi listrik di lingkungan tempat tinggal maupun tempat usaha. Pemeriksaan berkala dan penggunaan instalasi listrik yang sesuai standar dapat membantu mengurangi risiko terjadinya kebakaran akibat gangguan listrik.