Skip to main content

BRTV

Mengapa Banjir Sering Terjadi saat Hujan Deras? Ini Penyebabnya

Ilustrasi banjir. Foto: Pinterest

Jakarta – Banjir menjadi salah satu bencana yang kerap terjadi di berbagai wilayah Indonesia, terutama ketika hujan turun dengan intensitas tinggi. Air yang terus mengalir dan menumpuk di permukaan tanah dapat menyebabkan genangan, bahkan merendam rumah serta jalanan.

Namun, hujan deras bukan satu-satunya penyebab banjir. Kondisi saluran drainase, daya serap tanah, perubahan tata guna lahan, hingga kebiasaan membuang sampah sembarangan juga dapat meningkatkan risiko terjadinya banjir.

1. Curah Hujan Tinggi

Salah satu penyebab utama banjir adalah curah hujan yang tinggi dalam waktu singkat. Ketika hujan turun dengan deras, volume air yang masuk ke permukaan tanah dan saluran air dapat meningkat secara signifikan.

Jika jumlah air yang datang melebihi kemampuan tanah menyerap air dan saluran mengalirkannya, air akan menggenang di kawasan yang lebih rendah.

Kondisi tersebut dapat semakin parah apabila hujan berlangsung selama berjam-jam atau terjadi berulang kali ketika tanah sudah jenuh air.

2. Saluran Drainase Tidak Memadai

Drainase berfungsi mengalirkan air hujan agar tidak menumpuk di jalan maupun permukiman. Namun, saluran yang terlalu kecil, rusak, atau tidak mampu menampung volume air dapat menyebabkan genangan.

Di kawasan perkotaan yang padat penduduk, pertumbuhan bangunan dan jalan juga dapat meningkatkan jumlah air yang mengalir di permukaan sehingga sistem drainase perlu menyesuaikan kapasitasnya.

3. Sampah Menyumbat Saluran Air

Kebiasaan membuang sampah sembarangan dapat memperburuk risiko banjir. Sampah plastik, bungkus makanan, dan material lainnya bisa menumpuk di selokan, gorong-gorong, maupun sungai.

Ketika aliran air terhambat, air hujan lebih mudah meluap ke jalan dan permukiman. Karena itu, menjaga kebersihan saluran air menjadi salah satu langkah penting untuk mengurangi risiko banjir.

4. Berkurangnya Daerah Resapan Air

Tanah dan kawasan hijau berperan membantu menyerap air hujan ke dalam tanah. Akan tetapi, pembangunan yang menggantikan lahan terbuka dengan beton, aspal, dan bangunan dapat mengurangi kemampuan tanah menyerap air.

Akibatnya, lebih banyak air mengalir di permukaan dan masuk ke saluran drainase dalam waktu bersamaan. Jika kapasitas saluran tidak mencukupi, genangan hingga banjir dapat terjadi.

5. Sungai Meluap

Sungai dapat meluap ketika volume air meningkat melebihi kapasitas alirannya. Hujan deras yang terjadi di wilayah hulu dapat membuat debit sungai bertambah dan mengalir menuju kawasan hilir.

Dalam kondisi tertentu, air sungai dapat melampaui batas tebing dan memasuki wilayah sekitarnya. Pendangkalan sungai, penyempitan alur, serta hambatan aliran juga dapat memperburuk kondisi tersebut.

6. Kondisi Wilayah yang Rendah

Wilayah yang berada di dataran rendah atau cekungan cenderung lebih mudah mengalami genangan karena air mengalir dari tempat yang lebih tinggi menuju tempat yang lebih rendah.

Risiko ini dapat meningkat apabila wilayah tersebut memiliki drainase yang kurang baik. Di kawasan pesisir, banjir juga dapat dipengaruhi oleh pasang air laut yang menghambat aliran air menuju laut.

Cara Mengurangi Risiko Banjir

Meskipun banjir tidak selalu dapat dicegah sepenuhnya, beberapa langkah dapat dilakukan untuk mengurangi risikonya, antara lain:

  1. Tidak membuang sampah ke sungai dan saluran drainase.
  2. Membersihkan selokan secara rutin agar aliran air tidak terhambat.
  3. Menjaga ruang terbuka hijau dan menambah area resapan air.
  4. Memastikan saluran drainase berfungsi dengan baik.
  5. Memantau informasi cuaca dan peringatan dini banjir dari instansi berwenang.
  6. Mengikuti arahan petugas serta menghindari kawasan yang tergenang saat banjir terjadi.

Banjir saat hujan deras terjadi ketika volume air yang datang tidak dapat diserap atau dialirkan dengan baik. Curah hujan tinggi, drainase yang tidak memadai, sampah, berkurangnya daerah resapan, serta kondisi geografis dapat saling memengaruhi.

Oleh karena itu, penanganan banjir memerlukan upaya bersama, mulai dari kebiasaan menjaga lingkungan hingga perencanaan tata ruang dan pengelolaan drainase yang baik.

brtv.co.id