Di Hari Perempuan Internasional, ASEAN Committee in Wellington Sebar Pesan Anti Kekerasan Domestik

SELANDIA BARU – Rabu (9/3/2023)  “Di dalam ASEAN, berbagai mekanisme dan platform telah dibentuk untuk memerangi kekerasan dalam rumah tangga, termasuk ASEAN Committee on Women dan ASEAN Commission on the Promotion and Protection of the Rights of Women and Children. Kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan di berbagai tingkat telah dilakukan, termasuk kolaborasi dengan UN Women yang menghasilkan ASEAN Gender Outlook dan laporan-laporan yang menjadi pedoman penting dalam isu kekerasan dalam rumah tangga,” tutur Dube Fientje Suebu dalam sambutan singkatnya dalam Seminar Say “NO” to Domestic Violence, yang diadakan pada Rabu, 8 Maret 2023 di Kedutaan Besar Kerajaan Thailand di Wellington.

Lebih lanjut, Dubes Fientje juga memaparkan beberapa pertemuan penting dan pertemuan tingkat tinggi yang telah dijadwalkan selama Indonesia menjadi ketua untuk ASEAN 2023.

Pertemuan tersebut akan membahas isu-isu KDRT, seperti ASEAN Women CEO Summit dan Women, Peace, and Security Summit yang telah dijadwalkan pada Desember 2023.

Seminar Say “NO” to Domestic Violence merupakan inisiatif ASEAN Committee in Wellington (ACW) yang didukung oleh ASEAN Ladies Circle Wellington (ALCW) dalam memperingati Hari Perempuan Internasional yang jatuh pada tanggal 8 Maret.

Seminar tersebut mengundang tiga narasumber utama, yaitu Mr. Rob McCan dari White Ribbon Campaign, Ms. Philippa McAtee dari Wellington Women’s Refuge, dan Ms. Suzanne Manning dari National Council of Women of New Zealand.

Beberapa tamu undangan yang hadir di antaranya adalah perwakilan New Zealand Ministry of Foreign Affairs and Trade (MFAT), kalangan diplomatik, perwakilan dari Parlemen Selandia Baru, think tank, perwakilan dari pemimpin kelompok masyarakat ASEAN, dan ASEAN Committee in Wellington (ACW).

Dalam sambutannya, Dubes Fientje menekankan pentingnya aksi bersama untuk saling mengidentifikasi kekuatan, tantangan, dan belajar dari satu sama lain.

Agar dapat mengatasi masalah utama KDRT dan kekerasan terhadap perempuan.

Di akhir pernyataannya, Dubes Fientje menyerukan kepada seluruh peserta untuk bekerja sama mengakhiri kekerasan terhadap perempuan dan kekerasan dalam rumah tangga.

Serta memutar video berjudul Mengakhiri Kekerasan terhadap Perempuan di Negara Anggota ASEAN: Tinjauan Jangka Menengah Rencana Aksi Regional ASEAN tentang Penghapusan Kekerasan terhadap Perempuan.

Baca juga: Presiden Jokowi Hampiri Petani yang Sedang Panen, Cek Langsung Harga Gabah

REDAKSI: Alma Magfira

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *