
CIKARANG TIMUR, BEKASI — Musim kemarau yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Bekasi tak hanya berdampak pada ketersediaan air, tetapi juga memunculkan aktivitas warga untuk memanfaatkan kondisi kolam yang mulai menyusut.
Di Cikarang Timur, seorang warga bernama Rizky memanfaatkan kolam yang airnya semakin surut untuk mencari ikan. Dari kolam tersebut, ia berhasil mendapatkan sejumlah ikan mujair.
Bagi Rizky, hasil tangkapan tersebut menjadi berkah tersendiri di tengah kondisi kemarau yang sedang berlangsung.
“Alhamdulillah, ini berkah juga. Meski di tengah kemarau, jadi bisa dapat ikan. Ini ikan mujair yang didapat,” ujar Rizky.

Kondisi kemarau sendiri masih menjadi perhatian di Kabupaten Bekasi. Pemerintah daerah melalui BPBD terus melakukan penanganan terhadap wilayah yang mengalami kekeringan, termasuk dengan menyalurkan bantuan air bersih kepada masyarakat terdampak.
Hingga awal September 2026, lebih dari 8 juta liter air bersih telah disalurkan ke wilayah terdampak kekeringan. Tercatat 45 desa di 12 kecamatan terdampak, dengan jumlah warga yang terkena dampak mencapai sekitar 77 ribu jiwa.
Kekeringan juga berdampak terhadap sektor pertanian. Sekitar 1.354 hektare lahan pertanian produktif dilaporkan terdampak kondisi kekeringan.
Di tengah kondisi tersebut, bagi Rizky, menyusutnya air di kolam justru memberikan kesempatan untuk mendapatkan ikan mujair.
Hasil tangkapan itu pun menjadi rezeki tersendiri bagi warga, sekaligus menggambarkan bagaimana masyarakat memanfaatkan kondisi lingkungan di tengah musim kemarau.
Redaksi: Hilman Hadiyanto







