Skip to main content

BRTV

Gunung Papandayan Batasi Kunjungan Wisatawan, Blue Fire Muncul di Kawasan Kawah

Ilustrasi blue fire. Foto: Pinterest

Rencana liburan ke Gunung Papandayan, Kabupaten Garut, Jawa Barat, perlu disesuaikan untuk sementara waktu. Pengelola Taman Wisata Alam (TWA) Gunung Papandayan bersama Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Barat membatasi aktivitas wisatawan menyusul munculnya fenomena blue fire di kawasan kawah.

Fenomena berupa pancaran api berwarna biru tersebut teramati pada 24 September 2026. Kemunculannya kemudian menjadi perhatian karena terjadi di kawasan vulkanik yang sedang dipantau oleh pihak berwenang.

Wisatawan Hanya Bisa Sampai Pos 4

Untuk mengantisipasi risiko bagi pengunjung, akses wisatawan saat ini dibatasi hingga Pos 4.

Kepala Seksi Konservasi Wilayah V Garut BBKSDA Jawa Barat, Vitriana Yulalita, menyampaikan bahwa pembatasan dilakukan agar wisatawan tidak mendekati kawasan yang berpotensi memiliki bahaya.

Aktivitas seperti pendakian menuju kawasan kawah dan perkemahan juga dibatasi sementara. Tim dari BBKSDA, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), serta pengelola TWA Papandayan melakukan pemeriksaan untuk memastikan kondisi kawasan.

Bagi pengunjung yang tetap berada di kawasan wisata, aktivitas hanya diperbolehkan di area yang masih dinyatakan aman. Jalur menuju kawasan pendakian tidak dapat digunakan sampai ada informasi lebih lanjut dari pihak berwenang.

Apa yang Menyebabkan Blue Fire Muncul?

Fenomena blue fire di Gunung Papandayan bukan sekadar pemandangan unik. Badan Geologi melalui PVMBG saat ini masih melakukan pemeriksaan untuk mengetahui karakteristik fenomena tersebut sekaligus potensi bahayanya.

Hasil pengamatan visual pada 23 September menunjukkan adanya pendaran biru keunguan di beberapa titik. Sehari kemudian, pancaran tersebut terlihat lebih terkonsentrasi dan berubah menjadi biru keputihan.

PVMBG menginterpretasikan fenomena tersebut sebagai pembakaran belerang alami di area solfatara. Fenomena serupa juga pernah dilaporkan terjadi di kawasan Kawah Baru Gunung Papandayan.

Meski demikian, hubungan antara perubahan kondisi kawah dengan kemunculan blue fire masih membutuhkan kajian lebih lanjut. Badan Geologi belum menarik kesimpulan hanya berdasarkan pengamatan visual.

Ada Potensi Paparan Gas Vulkanik

Di sisi lain, BBKSDA menyampaikan bahwa berdasarkan informasi PVMBG terdapat potensi bahaya berupa semburan gas serta paparan gas vulkanik yang konsentrasinya dapat berada di atas ambang aman bagi manusia.

Karena alasan keselamatan tersebut, pembatasan akses diberlakukan agar wisatawan tidak berada terlalu dekat dengan sumber aktivitas vulkanik.

Manajer Operasional TWA Gunung Papandayan, Amin Kaban, membenarkan bahwa wisatawan untuk sementara hanya diperbolehkan berada di kawasan bawah. Sementara jalur pendakian masih menunggu informasi dari pihak vulkanologi.

Aktivitas Gunung Papandayan Masih Level I

Meski terdapat fenomena blue fire dan pembatasan aktivitas wisata, Badan Geologi menyatakan tingkat aktivitas vulkanik Gunung Papandayan secara keseluruhan masih berada pada Level I atau Normal.

Badan Geologi juga masih menurunkan tim untuk melakukan pemeriksaan lapangan dan menganalisis potensi bahaya dari fenomena tersebut.

Kondisi ini menunjukkan bahwa kemunculan blue fire tidak secara otomatis berarti status Gunung Papandayan mengalami kenaikan. Namun, masyarakat dan wisatawan tetap diminta mengikuti batas keamanan yang ditetapkan.

Wisatawan Sebaiknya Cek Informasi Sebelum Berangkat

Bagi wisatawan yang sudah merencanakan perjalanan ke Gunung Papandayan, informasi terbaru sebaiknya menjadi perhatian sebelum berangkat.

Pembatasan kunjungan dapat berubah mengikuti hasil pemeriksaan lapangan dan rekomendasi dari pihak berwenang. Pengunjung juga diimbau tidak mencoba menerobos area yang telah dibatasi.

Gunung Papandayan tetap menjadi salah satu tujuan wisata alam populer di Garut. Namun, ketika kondisi vulkanik sedang dipantau, menikmati kawasan wisata dari area yang diperbolehkan menjadi pilihan yang lebih aman sambil menunggu perkembangan terbaru.

Untuk saat ini, jalur pendakian menuju kawasan kawah masih menunggu informasi dari pihak vulkanologi, sementara pemantauan terhadap fenomena blue fire terus dilakukan.