Skip to main content

BRTV

Mengenal Beras Fortifikasi, Beras dengan Tambahan Vitamin dan Mineral

Ilustrasi beras. Foto: Pinterest

Beras merupakan salah satu makanan pokok yang paling banyak dikonsumsi masyarakat Indonesia. Karena dikonsumsi hampir setiap hari, beras juga dapat menjadi salah satu media untuk membantu memenuhi kebutuhan zat gizi tubuh. Salah satu bentuknya adalah beras fortifikasi.

Istilah beras fortifikasi mungkin masih terdengar asing bagi sebagian orang. Sederhananya, beras fortifikasi adalah beras yang memperoleh tambahan vitamin dan mineral tertentu sehingga kandungan gizinya menjadi lebih lengkap dibandingkan beras yang tidak mendapatkan penambahan tersebut.

Apa yang Dimaksud dengan Fortifikasi?

Fortifikasi merupakan proses penambahan zat gizi tertentu ke dalam suatu bahan pangan. Zat yang ditambahkan umumnya berupa vitamin dan mineral yang dibutuhkan tubuh dalam jumlah kecil.

Konsep ini sebenarnya sudah diterapkan pada berbagai makanan yang mudah ditemukan sehari-hari. Garam beryodium, misalnya, mendapatkan tambahan yodium untuk membantu memenuhi kebutuhan mineral tersebut. Tepung terigu juga dapat diperkaya dengan zat besi, zinc, asam folat, serta vitamin B tertentu.

Fortifikasi tidak menjadikan makanan sebagai obat ataupun suplemen. Produk yang telah difortifikasi tetap merupakan makanan biasa, hanya saja kandungan zat gizi tertentu di dalamnya telah ditingkatkan.

Bagaimana Beras Bisa Difortifikasi?

Beras fortifikasi dibuat dengan mencampurkan beras sosoh dengan butiran khusus yang disebut kernel fortifikan. Butiran tersebut dibuat menyerupai bentuk beras biasa sehingga dapat dicampurkan dengan beras.

Kernel tersebut sebelumnya telah diperkaya dengan vitamin dan mineral. Setelah dicampur dengan beras, kandungan zat gizi tambahan tersebut menjadi bagian dari produk beras fortifikasi.

Produk ini juga tidak dibuat secara sembarangan. Berdasarkan SNI 9372:2025 tentang Beras Fortifikasi, terdapat ketentuan mengenai mutu, keamanan pangan, serta kandungan zat gizi yang harus dipenuhi.

Beberapa zat gizi yang menjadi bagian dari fortifikasi beras antara lain vitamin B1, asam folat, vitamin B12, zat besi, dan zinc. Standar tersebut juga menetapkan batas kandungan tertentu untuk masing-masing zat gizi dalam produk.

Apa Manfaatnya bagi Tubuh?

Tambahan vitamin dan mineral pada beras fortifikasi ditujukan untuk membantu meningkatkan asupan mikronutrien dari makanan sehari-hari.

Zat besi, misalnya, memiliki peran penting dalam pembentukan hemoglobin yang membawa oksigen ke berbagai bagian tubuh. Asam folat dibutuhkan dalam proses pembentukan DNA dan pembelahan sel. Sementara itu, vitamin B12 berperan dalam pembentukan sel darah merah dan mendukung fungsi sistem saraf.

Vitamin B1 juga diperlukan dalam proses metabolisme energi. Adapun zinc memiliki berbagai fungsi dalam tubuh, termasuk mendukung sistem kekebalan dan proses pertumbuhan.

Karena beras merupakan makanan pokok yang dikonsumsi secara luas, penambahan zat gizi melalui beras dapat menjadi salah satu cara untuk meningkatkan asupan vitamin dan mineral tanpa mengharuskan seseorang mengubah kebiasaan makan secara drastis.

Perhatikan Informasi pada Kemasan

Bagi konsumen yang ingin membeli beras fortifikasi, informasi pada kemasan menjadi hal yang penting untuk diperhatikan.

Produk yang mencantumkan klaim mengenai kandungan vitamin atau mineral harus memenuhi ketentuan yang berlaku. Artinya, informasi mengenai kandungan zat gizi pada label harus sesuai dengan kandungan produk sebenarnya.

Hal ini penting karena salah satu alasan seseorang memilih beras fortifikasi adalah untuk memperoleh tambahan zat gizi tertentu. Oleh karena itu, konsumen sebaiknya memperhatikan label dan informasi produk sebelum membeli.

Apakah Harus Mengonsumsi Beras Fortifikasi?

Beras fortifikasi dapat menjadi salah satu alternatif untuk memperoleh tambahan vitamin dan mineral melalui makanan pokok. Namun, mengonsumsi beras fortifikasi bukan berarti kebutuhan gizi seseorang otomatis terpenuhi.

Pola makan yang beragam tetap diperlukan. Sumber protein, sayuran, buah-buahan, kacang-kacangan, serta kelompok makanan lainnya tetap perlu dikonsumsi untuk mendapatkan berbagai zat gizi yang dibutuhkan tubuh.

Beras biasa juga tidak dapat langsung dianggap kurang baik hanya karena tidak melalui proses fortifikasi. Beras fortifikasi merupakan salah satu pilihan pangan yang menawarkan tambahan vitamin dan mineral tertentu.

Dengan demikian, keputusan memilih beras fortifikasi dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan pola makan masing-masing. Yang terpenting adalah menjaga pola makan yang beragam dan seimbang agar kebutuhan gizi tubuh dapat terpenuhi.