Skip to main content

BRTV

Sering Digunakan dalam Jamu, Ini Perbedaan Kunyit, Jahe, dan Kencur

Ilustrasi jamu. Foto: Pinterest

Jakarta – Kunyit, jahe, dan kencur merupakan tiga jenis rempah yang mudah ditemukan di Indonesia. Ketiganya sering digunakan sebagai bumbu masakan maupun bahan minuman tradisional seperti jamu. Meski sama-sama tumbuh di dalam tanah dan memiliki aroma khas, setiap rempah mempunyai ciri serta kegunaan yang berbeda.

Selain memberikan cita rasa pada makanan dan minuman, kunyit, jahe, dan kencur juga telah lama dimanfaatkan dalam pengobatan tradisional. Namun, penggunaan rempah-rempah tersebut tetap perlu disesuaikan dengan kebutuhan karena manfaatnya tidak selalu sama dan tidak dapat menggantikan pengobatan medis.

1. Kunyit, Rempah Berwarna Kuning                    

Kunyit dikenal dengan rimpangnya yang berwarna kuning hingga jingga. Rempah ini banyak digunakan untuk memberikan warna alami pada masakan, seperti gulai, opor, dan berbagai hidangan khas Nusantara.

Kunyit mengandung kurkumin, yaitu senyawa yang banyak diteliti karena memiliki aktivitas antioksidan dan antiinflamasi dalam penelitian laboratorium. Meski demikian, bukti mengenai manfaat kunyit untuk mengatasi berbagai penyakit pada manusia masih terus dikembangkan.

Selain sebagai bumbu masakan, kunyit juga sering diolah menjadi minuman tradisional. Rasanya khas dengan sedikit sentuhan pahit dan aroma rempah yang kuat.

2. Jahe, Rempah dengan Sensasi Hangat

Jahe memiliki aroma tajam dan rasa pedas yang memberikan sensasi hangat ketika dikonsumsi. Rempah ini sering digunakan dalam minuman seperti wedang jahe, teh jahe, serta berbagai olahan makanan.

Jahe mengandung senyawa bioaktif, termasuk gingerol, yang banyak diteliti karena berpotensi memberikan efek antiinflamasi. Sejumlah penelitian juga menunjukkan bahwa jahe dapat membantu meredakan mual pada kondisi tertentu.

Namun, jahe bukan obat untuk semua penyakit. Konsumsi dalam jumlah wajar sebagai bagian dari makanan atau minuman umumnya dapat dilakukan oleh banyak orang, sedangkan penggunaan suplemen jahe perlu mempertimbangkan kondisi kesehatan dan obat yang sedang dikonsumsi.

3. Kencur, Rempah dengan Aroma Khas

Kencur memiliki ukuran rimpang yang cenderung lebih kecil dibandingkan jahe dan kunyit. Bagian dalamnya berwarna putih kekuningan, sementara aromanya khas dan cukup kuat.

Kencur sering digunakan dalam masakan tradisional serta minuman beras kencur. Rempah ini juga dimanfaatkan secara turun-temurun dalam ramuan tradisional untuk membantu meredakan keluhan ringan, seperti rasa tidak nyaman pada tenggorokan.

Kencur mengandung sejumlah senyawa alami yang sedang diteliti terkait aktivitas biologisnya. Meski demikian, bukti klinis mengenai efektivitasnya untuk mengobati penyakit tertentu masih terbatas.

Apa Perbedaan Kunyit, Jahe, dan Kencur?

Perbedaan ketiga rempah ini dapat dikenali melalui warna, aroma, rasa, dan penggunaannya.

  • Kunyit: memiliki warna kuning hingga jingga dan sering digunakan sebagai pewarna alami makanan.
  • Jahe: mempunyai rasa pedas dengan sensasi hangat serta banyak digunakan untuk minuman.
  • Kencur: memiliki aroma khas yang kuat dan sering digunakan dalam jamu serta masakan tradisional.

Ketiganya sama-sama dapat dimanfaatkan sebagai bahan pangan, tetapi memiliki karakteristik dan kandungan senyawa yang berbeda.

Cara Menggunakan Rempah dengan Bijak

Kunyit, jahe, dan kencur dapat ditambahkan ke dalam masakan atau diolah menjadi minuman sesuai selera. Penggunaan sebagai bahan pangan berbeda dengan konsumsi ekstrak atau suplemen dalam dosis tinggi.

Masyarakat sebaiknya tidak menganggap rempah sebagai pengganti obat yang diresepkan tenaga medis. Jika memiliki kondisi kesehatan tertentu, sedang mengonsumsi obat rutin, atau ingin menggunakan suplemen herbal, konsultasikan terlebih dahulu dengan tenaga kesehatan.

Dengan mengenali perbedaan ketiganya, masyarakat dapat memanfaatkan kunyit, jahe, dan kencur secara lebih tepat sebagai bagian dari kekayaan rempah Indonesia.

brtv.co.id