
Cikarang, 14 Juli 2026 – PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Cikarang terus memperkuat upaya menjaga keandalan pasokan listrik melalui optimalisasi Pekerjaan Dalam Keadaan Bertegangan (PDKB). Sepanjang Semester I 2026 (Januari–Juni), Tim PDKB PLN UP3 Cikarang berhasil merampungkan pemeliharaan pada 303 titik jaringan listrik yang tersebar di berbagai wilayah kerja PLN UP3 Cikarang.
Ratusan pekerjaan tersebut meliputi kegiatan pemeliharaan, perbaikan, hingga penggantian berbagai komponen jaringan distribusi yang seluruhnya dilaksanakan dalam kondisi jaringan tetap bertegangan. Metode Pekerjaan Dalam Keadaan Bertegangan (PDKB) memungkinkan PLN melakukan langkah-langkah pemeliharaan secara preventif untuk menjaga kondisi jaringan tetap prima, sehingga pasokan listrik tetap tersalurkan dan masyarakat dapat menjalankan aktivitas sehari-hari tanpa terdampak penghentian sementara aliran listrik selama pekerjaan berlangsung.

Manager PLN UP3 Cikarang, Wiedhyarno Arief Wicaksono, menyampaikan bahwa capaian tersebut mencerminkan produktivitas sekaligus kesiapsiagaan Tim PDKB dalam menjaga keandalan jaringan listrik di wilayah Cikarang.
“Sepanjang Semester I 2026, Tim PDKB PLN UP3 Cikarang telah merampungkan 303 titik pekerjaan pemeliharaan jaringan. Capaian ini menunjukkan komitmen PLN untuk terus menjaga keandalan sistem distribusi melalui pemeliharaan yang dilakukan tanpa mengganggu kenyamanan pelanggan. Dengan demikian, masyarakat tetap dapat menjalankan aktivitas sehari-hari dengan pasokan listrik yang tetap terjaga selama pekerjaan berlangsung,” ujar Wiedhyarno.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa selain menjaga kontinuitas pasokan listrik, pelaksanaan PDKB juga memberikan nilai tambah dari sisi efisiensi operasional. Dari 303 titik pekerjaan yang telah diselesaikan tersebut, PLN UP3 Cikarang mencatat prakiraan penyelamatan energi sebesar 937.779,62 kWh, dengan estimasi penyelamatan pendapatan mencapai Rp1.071.450.817,40.

General Manager PLN Unit Induk Distribusi Jawa Barat, Muhammad Joharifin, menyampaikan bahwa Tim PDKB merupakan personel PLN yang telah dibekali kompetensi, sertifikasi, serta pelatihan khusus untuk melaksanakan pekerjaan dalam kondisi bertegangan dengan tetap mengutamakan keselamatan kerja.
“Melalui kompetensi Tim PDKB yang terus ditingkatkan, PLN mampu menjaga kualitas jaringan listrik tanpa mengurangi kenyamanan pelanggan. Dalam setiap pelaksanaan pekerjaan, Tim PDKB senantiasa memprioritaskan keselamatan kerja sebagai budaya utama perusahaan. Hal ini menjadi bentuk komitmen PLN untuk terus menghadirkan layanan kelistrikan yang semakin andal, efisien, dan berorientasi pada kebutuhan pelanggan,” ungkap Muhammad Joharifin.
Hal tersebut dirasakan oleh pelanggan PLN, Agustinus Wahyu Widjaja, Presiden Direktur PT Minori, perusahaan yang bergerak sebagai Sending Organization (SO) dan Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI). Menurutnya, hal ini sangat menuntungkan karena pemeliharaan jaringan dapat dilakukan tanpa mengganggu aktivitas operasional perusahaan yang sangat bergantung pada pasokan listrik.

“Kami sangat mengapresiasi profesionalisme Tim PDKB PLN, petugas bekerja dengan sangat profesional, didukung kompetensi yang baik, peralatan kerja yang lengkap, serta penerapan keselamatan kerja yang sangat disiplin. Hal tersebut memberikan rasa percaya dan keyakinan kepada kami bahwa pemeliharaan jaringan listrik benar-benar dilaksanakan dengan standar yang tinggi,” ujar Agustinus.
PLN UP3 Cikarang akan terus mengoptimalkan pelaksanaan PDKB melalui peningkatan kompetensi personel, penerapan standar keselamatan kerja yang ketat, serta pemanfaatan teknologi pemeliharaan jaringan guna memastikan masyarakat memperoleh pasokan listrik yang semakin andal.







