Skip to main content

BRTV

10 Tanda Awal Gagal Ginjal, Wajib Waspada!

Ilustrasi ginjal. Foto: Pinterest

BRTV.CO.ID – Gagal ginjal merupakan kondisi serius ketika fungsi ginjal mengalami penurunan sehingga tidak mampu menjalankan tugasnya secara optimal. Padahal, ginjal memiliki peran penting dalam menyaring darah, membuang sisa metabolisme melalui urine, menjaga keseimbangan cairan dan elektrolit, serta membantu mengatur tekanan darah.

Yang perlu diperhatikan, penyakit ginjal kronis sering berkembang secara perlahan dan pada tahap awal dapat tidak menimbulkan gejala yang jelas. Karena itu, seseorang bisa saja mengalami gangguan fungsi ginjal tanpa menyadarinya.

Meski demikian, terdapat sejumlah perubahan pada tubuh yang patut diwaspadai. Berikut 10 tanda yang dapat berkaitan dengan gangguan ginjal.

1. Perubahan frekuensi buang air kecil

Perubahan pola buang air kecil, baik menjadi lebih sering maupun lebih jarang, perlu diperhatikan. Pada gangguan ginjal yang berat, jumlah urine juga dapat menurun secara signifikan.

Buang air kecil lebih sering pada malam hari juga dapat menjadi salah satu keluhan yang muncul pada penyakit ginjal.

2. Urine berbusa

Urine yang tampak berbusa secara terus-menerus tidak sebaiknya diabaikan. Kondisi tersebut dapat berkaitan dengan adanya protein dalam urine atau proteinuria.

Protein yang keluar melalui urine dapat menjadi tanda adanya gangguan pada penyaringan ginjal. Namun, urine berbusa tidak selalu berarti seseorang mengalami penyakit ginjal sehingga pemeriksaan medis tetap diperlukan.

3. Urine mengandung darah

Munculnya darah dalam urine atau perubahan warna urine menjadi kemerahan hingga kecokelatan perlu mendapatkan perhatian.

Darah dalam urine dapat disebabkan oleh berbagai kondisi, termasuk masalah pada saluran kemih maupun ginjal. Karena penyebabnya beragam, pemeriksaan dokter diperlukan untuk mengetahui sumber masalahnya.

4. Bengkak pada kaki, pergelangan kaki, atau kelopak mata

Ginjal yang mengalami gangguan dapat kesulitan membuang kelebihan cairan dan garam dari tubuh. Akibatnya, cairan dapat menumpuk dan menyebabkan pembengkakan.

Bengkak dapat terlihat pada kaki, pergelangan kaki, tangan, atau wajah. Pembengkakan pada area kelopak mata, terutama pada pagi hari, juga termasuk keluhan yang perlu diperhatikan.

5. Tubuh mudah lelah dan lemas

Rasa lelah yang tidak biasa juga dapat berkaitan dengan gangguan fungsi ginjal. Pada penyakit ginjal kronis, produksi hormon yang berperan dalam pembentukan sel darah merah dapat terganggu dan menyebabkan anemia.

Akibatnya, seseorang dapat lebih mudah merasa lemah, kurang bertenaga, atau mengalami kesulitan berkonsentrasi.

6. Mual, muntah, atau kehilangan nafsu makan

Ketika fungsi ginjal semakin menurun, zat sisa metabolisme dapat menumpuk di dalam darah. Kondisi tersebut dapat menimbulkan keluhan seperti mual, muntah, dan menurunnya nafsu makan.

Jika keluhan berlangsung terus-menerus, terutama bila disertai perubahan urine atau pembengkakan tubuh, sebaiknya segera diperiksakan.

7. Kulit kering dan terasa gatal

Gangguan ginjal dapat menyebabkan perubahan pada kondisi kulit. Kulit bisa menjadi lebih kering dan terasa gatal, terutama ketika penyakit sudah berkembang lebih lanjut.

Keluhan gatal memang tidak spesifik untuk penyakit ginjal karena dapat disebabkan berbagai kondisi lain. Namun, bila muncul bersamaan dengan gejala lainnya, pemeriksaan kesehatan perlu dipertimbangkan.

8. Kram atau nyeri otot

Kram otot juga dapat muncul pada penyakit ginjal kronis, terutama ketika terjadi gangguan keseimbangan mineral dan elektrolit dalam tubuh.

Kram yang berulang atau disertai keluhan lain seperti pembengkakan, perubahan urine, dan mudah lelah sebaiknya tidak dianggap sepele.

9. Sesak napas

Sesak napas dapat terjadi ketika gangguan fungsi ginjal menyebabkan penumpukan cairan dalam tubuh. Pada kondisi tertentu, kelebihan cairan dapat memengaruhi paru-paru dan menyebabkan kesulitan bernapas.

Namun, sesak napas memiliki banyak kemungkinan penyebab. Jika muncul secara tiba-tiba, berat, atau disertai nyeri dada, segera cari pertolongan medis.

10. Tekanan darah tinggi

Tekanan darah tinggi memiliki hubungan erat dengan penyakit ginjal. Hipertensi dapat menjadi faktor risiko sekaligus dapat muncul sebagai dampak dari gangguan fungsi ginjal.

Karena hipertensi sering tidak menimbulkan gejala yang jelas, pemeriksaan tekanan darah secara rutin penting dilakukan, terutama bagi orang yang memiliki faktor risiko penyakit ginjal.

Jangan Menunggu Gejala Semakin Parah

Meski 10 tanda di atas perlu diwaspadai, penting dipahami bahwa gejala saja tidak cukup untuk memastikan seseorang mengalami gagal ginjal. Bahkan, penyakit ginjal kronis pada tahap awal sering kali tidak menimbulkan keluhan apa pun.

Risiko penyakit ginjal dapat meningkat pada orang yang memiliki diabetes, tekanan darah tinggi, penyakit jantung, obesitas, riwayat keluarga penyakit ginjal, atau faktor risiko lainnya.

Deteksi dini dapat dilakukan melalui pemeriksaan darah dan urine. Pemeriksaan fungsi ginjal dapat mencakup pemeriksaan kreatinin dan eGFR dari darah, serta pemeriksaan urine untuk mengetahui adanya albumin atau protein.

Karena itu, jangan menunggu sampai keluhan menjadi semakin berat. Jika mengalami perubahan pola buang air kecil, urine berbusa atau berdarah, pembengkakan, kelelahan yang tidak biasa, maupun memiliki faktor risiko seperti diabetes dan hipertensi, segera konsultasikan dengan tenaga kesehatan.

Menjaga tekanan darah, mengendalikan gula darah, menerapkan pola hidup sehat, dan melakukan pemeriksaan secara berkala merupakan langkah penting untuk membantu menjaga kesehatan ginjal. :::