Skip to main content

BRTV

Abaikan Larangan, Puluhan Wisatawan Kepergok Mendaki Gunung Anak Krakatau

Ilustrasi gunung anak krakatau. Foto: Pinterest

BRTV.CO.ID – Puluhan wisatawan terpantau menaiki lereng Gunung Anak Krakatau (GAK) meski kawasan tersebut masih berada dalam pengawasan ketat karena aktivitas vulkanik dan aturan keselamatan yang berlaku.

Aktivitas para wisatawan tersebut diketahui setelah tim pemantau melakukan pengawasan di kawasan Gunung Anak Krakatau. Sejumlah orang terlihat berada di lereng gunung, bahkan melakukan swafoto dan merekam aktivitas mereka.

Padahal, Gunung Anak Krakatau merupakan gunung api aktif yang aktivitasnya dapat berubah sewaktu-waktu. Ketika kejadian tersebut berlangsung, status gunung masih berada pada Level III atau Siaga.

Wisatawan Diminta Tidak Memasuki Zona Bahaya

Petugas sebelumnya telah mengingatkan masyarakat dan wisatawan agar tidak mendekati kawasan kawah aktif. Berdasarkan rekomendasi keselamatan yang berlaku saat itu, masyarakat diminta tidak melakukan aktivitas dalam radius tiga kilometer dari kawah aktif.

Pembatasan tersebut diberlakukan untuk mengantisipasi potensi bahaya vulkanik, termasuk lontaran material pijar, awan panas, aliran lava, dan hujan abu.

Tim pemantau juga mengingatkan bahwa kondisi gunung yang terlihat tenang tidak dapat dijadikan alasan untuk memasuki kawasan terlarang.

Puluhan Wisatawan Akhirnya Turun

Saat mengetahui adanya petugas, para wisatawan tersebut kemudian turun dari lereng Gunung Anak Krakatau dan meninggalkan kawasan tersebut.

Identitas maupun asal seluruh wisatawan yang berada di lokasi belum diketahui secara rinci.

Peristiwa ini kembali menjadi perhatian karena kawasan Gunung Anak Krakatau juga merupakan kawasan konservasi. BKSDA Bengkulu-Lampung sebelumnya telah melakukan sosialisasi dan patroli untuk mencegah wisatawan maupun operator perjalanan memasuki area yang dibatasi.

Bisa Berujung pada Penindakan Hukum

BKSDA mengingatkan bahwa aktivitas wisata di kawasan yang dilarang tidak hanya berisiko terhadap keselamatan, tetapi juga dapat menimbulkan konsekuensi hukum apabila ditemukan adanya pelanggaran terhadap ketentuan yang berlaku.

Langkah pencegahan telah dilakukan melalui sosialisasi kepada masyarakat, operator kapal, pemandu wisata, serta patroli bersama aparat.

Karena itu, wisatawan diminta tidak memaksakan perjalanan menuju Gunung Anak Krakatau ketika akses sedang ditutup atau dibatasi.

Keselamatan Harus Menjadi Prioritas

Gunung Anak Krakatau memiliki daya tarik wisata karena sejarah dan karakter vulkaniknya. Namun, status sebagai gunung api aktif membuat kawasan tersebut berbeda dari destinasi wisata biasa.

Wisatawan sebaiknya selalu memeriksa informasi terbaru dari pihak berwenang sebelum melakukan perjalanan. Larangan memasuki zona bahaya harus dipatuhi karena kondisi aktivitas gunung api dapat berubah sewaktu-waktu.

Memaksakan diri mendekati kawasan terlarang demi mendapatkan foto atau pengalaman wisata justru dapat meningkatkan risiko bagi keselamatan diri dan tim penyelamat.

BRTV.CO.ID mengingatkan masyarakat untuk selalu mengikuti informasi resmi terkait aktivitas Gunung Anak Krakatau dan mematuhi seluruh rekomendasi keselamatan dari pihak berwenang.