Skip to main content

BRTV

Kebakaran Lahan Gambut di Bangka Selatan Meluas, Ratusan Rumah Warga Hangus

Ilustrasi kebakaran. Foto: Pinterest

Kebakaran lahan gambut di Desa Jelutung II, Kecamatan Simpang Rimba, Kabupaten Bangka Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, merembet hingga ke kawasan permukiman. Peristiwa tersebut menyebabkan ratusan rumah warga terbakar dan membuat banyak keluarga harus mengungsi.

Kebakaran terjadi pada Sabtu (10/10/2026). Api yang muncul di kawasan lahan gambut kemudian menjalar ke permukiman di sekitarnya. Kondisi tersebut membuat warga terdampak harus meninggalkan rumah untuk menyelamatkan diri.

Petugas gabungan bersama masyarakat berupaya memadamkan api yang meluas. Berdasarkan laporan awal kepolisian, proses pemadaman berlangsung hingga Minggu dini hari.

Kebakaran Lahan Gambut Merembet ke Permukiman

Peristiwa kebakaran bermula dari lahan gambut yang berada tidak jauh dari kawasan tempat tinggal warga. Api kemudian merambat dan membakar sejumlah bangunan, termasuk rumah semi permanen.

Pihak kepolisian masih menyelidiki penyebab kebakaran tersebut. Tim juga dijadwalkan melakukan olah tempat kejadian perkara untuk mengetahui asal mula api dan faktor yang memicu peristiwa tersebut.

Sementara itu, luas lahan yang terbakar serta jumlah bangunan terdampak mengalami pembaruan dalam laporan awal. Karena itu, pendataan lanjutan diperlukan untuk memastikan angka kerugian akibat kebakaran.

Warga Mengungsi ke Posko Penampungan

Dampak kebakaran membuat warga yang kehilangan tempat tinggal harus mengungsi ke lokasi yang telah disiapkan. Dua tempat yang digunakan sebagai posko pengungsian adalah SDN 07 Simpang Rimba dan Masjid Al Muhajirin di Desa Jelutung II.

Ratusan warga menempati lokasi pengungsian tersebut untuk sementara waktu. Mereka membutuhkan dukungan berupa makanan, pakaian, perlengkapan sehari-hari, serta layanan kesehatan selama berada di posko.

Pemerintah daerah bersama aparat kepolisian dan unsur terkait turut berkoordinasi dalam penanganan warga terdampak. Bantuan logistik juga disalurkan untuk memenuhi kebutuhan dasar para pengungsi.

Petugas Lakukan Penanganan dan Pendataan

Penanganan pascakebakaran melibatkan personel gabungan dari kepolisian, pemerintah daerah, dan instansi terkait. Selain membantu warga terdampak, petugas juga melakukan pendataan terhadap rumah yang terbakar dan kebutuhan masyarakat di pengungsian.

Dukungan kesehatan serta pendampingan psikologis turut menjadi bagian dari upaya penanganan bagi warga yang mengalami dampak bencana.

Peristiwa ini menjadi pengingat akan risiko kebakaran lahan gambut, terutama ketika api berada dekat dengan kawasan permukiman. Penanganan cepat dan koordinasi antarpihak menjadi penting untuk melindungi warga serta mencegah dampak kebakaran meluas.

Hingga laporan awal diterbitkan, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan. Data mengenai jumlah rumah yang terbakar, luas lahan terdampak, dan kerugian akibat peristiwa tersebut perlu menunggu hasil pendataan resmi.