Skip to main content

BRTV

Tangan Sering Kebas atau Kesemutan? Bisa Jadi Indikasi Gangguan Saraf

Ilustrasi tangan kebas atau kesemutan. Foto: Pinterest

BRTV.co.id – Tangan sering terasa kebas atau kesemutan? Kondisi ini kerap dianggap sepele karena biasanya muncul setelah tangan berada dalam posisi tertentu dalam waktu lama. Namun, jika keluhan terjadi berulang kali atau berlangsung lama, kondisi tersebut perlu mendapat perhatian karena bisa menjadi tanda adanya gangguan pada saraf.

Kebas dan kesemutan merupakan sensasi yang dapat muncul ketika saraf mengalami tekanan, iritasi, atau gangguan dalam menghantarkan sinyal. Dalam dunia medis, sensasi seperti tertusuk jarum, mati rasa, atau rasa geli yang tidak biasa dikenal sebagai parestesia.

Meski tidak selalu menandakan penyakit serius, tangan yang sering kebas atau kesemutan sebaiknya tidak diabaikan, terutama jika disertai nyeri, kelemahan otot, atau gangguan dalam melakukan aktivitas sehari-hari.

Apa Penyebab Tangan Sering Kebas dan Kesemutan?

Ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan tangan mengalami kebas atau kesemutan. Penyebabnya bisa berasal dari tekanan sementara pada saraf hingga kondisi medis tertentu.

1. Saraf Tertekan

Salah satu penyebab paling umum adalah tekanan pada saraf akibat posisi tubuh yang kurang tepat. Misalnya, tidur dengan menindih tangan, menekuk siku terlalu lama, atau mempertahankan posisi pergelangan tangan tertentu saat bekerja.

Keluhan biasanya membaik setelah posisi tangan diubah dan tekanan pada saraf berkurang. Namun, jika tekanan terjadi berulang kali, gejala dapat menjadi lebih sering muncul.

2. Carpal Tunnel Syndrome

Carpal tunnel syndrome (CTS) merupakan kondisi ketika saraf median di pergelangan tangan mengalami tekanan.

Gejalanya dapat berupa kesemutan, kebas, atau nyeri pada ibu jari, telunjuk, jari tengah, dan sebagian jari manis. Keluhan sering terasa pada malam hari atau ketika melakukan aktivitas yang melibatkan pergelangan tangan.

Pada kondisi yang lebih berat, CTS dapat menyebabkan kelemahan tangan dan kesulitan menggenggam benda.

3. Diabetes

Diabetes yang tidak terkontrol dapat menyebabkan kerusakan saraf atau neuropati diabetik. Kondisi ini lebih sering memengaruhi kaki, tetapi tangan juga dapat mengalami gejala serupa.

Keluhan yang mungkin muncul meliputi kesemutan, mati rasa, sensasi terbakar, dan nyeri. Pemeriksaan medis diperlukan untuk memastikan apakah keluhan berkaitan dengan diabetes atau penyebab lainnya.

4. Kekurangan Vitamin B12

Vitamin B12 berperan penting dalam menjaga kesehatan sistem saraf. Kekurangan vitamin ini dapat menyebabkan gangguan saraf yang ditandai dengan kesemutan, mati rasa, kelemahan, hingga gangguan keseimbangan.

Risiko kekurangan vitamin B12 dapat meningkat pada orang dengan gangguan penyerapan nutrisi, pola makan tertentu, atau kondisi medis yang memengaruhi penyerapan vitamin.

Meski demikian, konsumsi suplemen sebaiknya tidak dilakukan secara sembarangan tanpa mengetahui penyebab keluhan.

5. Saraf Terjepit di Leher

Gangguan pada tulang belakang leher, termasuk saraf yang tertekan, juga dapat menyebabkan sensasi kebas atau kesemutan menjalar dari leher ke bahu, lengan, hingga tangan.

Keluhan bisa disertai nyeri leher, rasa sakit yang menjalar, atau kelemahan pada lengan. Kondisi ini perlu diperiksa jika gejalanya menetap atau semakin memburuk.

Kapan Kebas dan Kesemutan Perlu Diwaspadai?

Kebas atau kesemutan yang muncul sesekali setelah tangan tertindih umumnya dapat membaik dengan perubahan posisi. Namun, ada beberapa tanda yang perlu diperhatikan.

Segera cari pertolongan medis darurat jika kebas muncul secara mendadak, terutama pada satu sisi tubuh, dan disertai wajah mencong, kelemahan lengan atau kaki, kesulitan berbicara, gangguan penglihatan, atau kehilangan keseimbangan. Gejala tersebut dapat menjadi tanda stroke, meskipun kemudian menghilang.

Pemeriksaan dokter juga diperlukan apabila kesemutan sering berulang, berlangsung lama, semakin parah, mengganggu tidur, atau disertai kelemahan dan kesulitan menggenggam benda.

Cara Mengurangi Risiko Kebas dan Kesemutan

Untuk membantu mengurangi keluhan yang berkaitan dengan posisi tubuh atau tekanan sementara pada saraf, beberapa langkah berikut dapat dilakukan:

  • Perbaiki posisi tubuh saat bekerja. Hindari menekuk pergelangan tangan terlalu lama dan atur posisi meja serta perangkat kerja agar lebih nyaman.
  • Hindari tekanan berkepanjangan pada tangan. Jangan terlalu lama bertumpu pada siku atau tidur dengan menindih tangan.
  • Lakukan peregangan secara berkala. Beristirahatlah sejenak saat melakukan pekerjaan yang melibatkan gerakan tangan berulang.
  • Jaga kesehatan secara menyeluruh. Kelola kadar gula darah jika memiliki diabetes dan konsumsi makanan bergizi seimbang.
  • Periksakan diri jika keluhan berulang. Dokter dapat melakukan pemeriksaan fisik dan, bila diperlukan, menyarankan pemeriksaan darah atau pemeriksaan fungsi saraf.

Perlu diingat, langkah-langkah tersebut tidak menggantikan pengobatan apabila kebas dan kesemutan disebabkan oleh gangguan saraf atau kondisi medis tertentu.

Kesimpulan

Tangan yang sering kebas atau kesemutan memang bisa menjadi indikasi gangguan saraf, tetapi tidak selalu berarti terdapat penyakit serius. Tekanan sementara pada saraf, carpal tunnel syndrome, diabetes, kekurangan vitamin B12, hingga gangguan saraf di leher merupakan beberapa kemungkinan penyebabnya.

Mengenali pola gejala dan memperhatikan tanda penyerta dapat membantu menentukan kapan pemeriksaan medis diperlukan. Jika keluhan terjadi berulang kali atau semakin mengganggu, sebaiknya konsultasikan dengan dokter untuk mengetahui penyebab dan mendapatkan penanganan yang sesuai.

Dapatkan informasi kesehatan, gaya hidup, dan berita menarik lainnya dengan mengunjungi brtv.co.id.