
Foto: Liputan 6
BANGKA SELATAN — Kebakaran lahan gambut merembet ke kawasan permukiman warga di Dusun Serdang, Desa Jelutung II, Kecamatan Simpang Rimba, Kabupaten Bangka Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, pada Sabtu (10/10/2026). Peristiwa tersebut mengakibatkan 305 rumah dan sekitar 50 bangunan sarang burung walet terbakar.
Berdasarkan data sementara yang dihimpun petugas, kebakaran tersebut berdampak terhadap sekitar 450 kepala keluarga atau 1.800 jiwa. Luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 8,3 hektare. Sejumlah warga terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman setelah api meluas ke kawasan tempat tinggal mereka.
Kebakaran diduga bermula dari lahan gambut yang berada tidak jauh dari permukiman. Kondisi cuaca kering dan tiupan angin kencang membuat api cepat merambat. Banyaknya bangunan semi permanen dengan material kayu turut memperbesar risiko penyebaran api ke rumah-rumah warga di sekitarnya.
Pelaksana Tugas Kepala BPBD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Agus Afandi, menyampaikan bahwa proses pemadaman telah dilakukan dan dilanjutkan dengan pendinginan untuk mencegah munculnya kembali titik api.
“Alhamdulillah, saat ini api sudah berhasil dipadamkan, namun tetap dilakukan proses pendinginan,” kata Agus Afandi
Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan juga menerbitkan surat keputusan tanggap darurat untuk mendukung penanganan bencana. Sementara itu, petugas gabungan mendirikan posko pengungsian, menyediakan dapur umum, serta menyalurkan bantuan kebutuhan dasar bagi warga yang kehilangan tempat tinggal.
Selain penanganan darurat, pihak kepolisian melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab kebakaran. Wakapolda Kepulauan Bangka Belitung, Brigjen Murry Mirranda, menjelaskan bahwa penanganan di lokasi tidak hanya berfokus pada pemadaman api, tetapi juga mengantisipasi munculnya kembali titik api di lahan gambut.
Peristiwa ini menjadi perhatian serius karena menimbulkan kerugian material dan berdampak terhadap kehidupan ratusan keluarga. Pemerintah bersama petugas terkait diharapkan terus memberikan bantuan kepada warga terdampak serta melakukan pemulihan kawasan permukiman. Masyarakat juga diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama saat cuaca kering.
Redaksi: Moch Andrian Syah






