
JAMBI – Kabar baik bagi para pencinta alam dan pendaki gunung. Jalur pendakian Gunung Kerinci, Danau Gunung Tujuh, dan Gunung Masurai kembali dibuka mulai 14 Oktober 2026, setelah sebelumnya ditutup sementara untuk mengantisipasi risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Pembukaan kembali jalur pendakian ini memberikan kesempatan bagi wisatawan untuk kembali menikmati keindahan alam di kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS). Kebijakan tersebut juga diharapkan dapat menggerakkan kembali sektor pariwisata dan perekonomian masyarakat di sekitar kawasan wisata.
Sempat Ditutup untuk Mengantisipasi Kebakaran Hutan
Sebelumnya, aktivitas pendakian di kawasan TNKS ditutup sementara sejak 1 September 2026. Penutupan dilakukan sebagai langkah pencegahan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan yang dapat mengancam keselamatan pengunjung serta kelestarian lingkungan.
Pemantauan kondisi kawasan dilakukan bersama pihak terkait untuk memastikan keamanan sebelum jalur pendakian kembali dibuka. Pemantauan tersebut mencakup kondisi cuaca, pengamatan aktivitas Gunung Kerinci, serta potensi risiko kebakaran di sekitar kawasan pendakian.
Pembukaan kembali jalur pendakian diharapkan dapat dilakukan dengan tetap mengutamakan keselamatan pengunjung dan perlindungan ekosistem hutan.
Tiga Destinasi Pendakian Kembali Dibuka
Pembukaan kembali jalur pendakian mencakup tiga destinasi alam yang menjadi daya tarik wisata di Provinsi Jambi.
1. Gunung Kerinci
Gunung Kerinci merupakan salah satu destinasi pendakian unggulan di Jambi. Gunung ini menawarkan panorama alam pegunungan yang menarik bagi pendaki. Namun, perjalanan menuju puncak membutuhkan persiapan fisik, perlengkapan memadai, serta pemahaman terhadap prosedur keselamatan.
2. Danau Gunung Tujuh
Danau Gunung Tujuh dikenal dengan pemandangan danau yang dikelilingi kawasan pegunungan. Destinasi ini menjadi pilihan bagi wisatawan yang ingin menikmati keindahan alam dan suasana hutan yang masih asri.
3. Gunung Masurai
Gunung Masurai menjadi salah satu pilihan bagi pencinta pendakian yang ingin menjelajahi keindahan alam Jambi. Kawasan ini menawarkan pengalaman wisata alam yang menarik bagi pengunjung yang menyukai kegiatan luar ruangan.
Meski jalur pendakian telah dibuka kembali, pengunjung tetap diwajibkan mematuhi peraturan dan ketentuan yang ditetapkan oleh pengelola taman nasional.
Pendaki Diimbau Mengutamakan Keselamatan
Para pendaki diimbau untuk mempersiapkan perjalanan dengan matang sebelum memasuki kawasan pendakian. Persiapan tersebut meliputi kondisi fisik, perlengkapan keselamatan, persediaan makanan dan minuman, serta informasi mengenai kondisi cuaca.
Pendaki juga diminta tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran hutan. Membakar sampah, meninggalkan puntung rokok, atau menyalakan api sembarangan dapat menimbulkan risiko kebakaran yang membahayakan pengunjung dan merusak lingkungan.
Selain itu, pengunjung harus mengikuti prosedur pendaftaran, pemeriksaan administrasi, dan pengarahan keselamatan sebelum memulai pendakian.
Masyarakat juga diharapkan turut menjaga kebersihan kawasan dengan tidak membuang sampah sembarangan serta tidak merusak flora dan fauna di sekitar jalur pendakian.
Pembukaan Jalur Pendakian Diharapkan Dorong Pariwisata
Dibukanya kembali jalur pendakian Gunung Kerinci, Danau Gunung Tujuh, dan Gunung Masurai menjadi peluang bagi sektor pariwisata di Jambi untuk kembali menggeliat.
Aktivitas wisata alam dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar, mulai dari pemilik penginapan, penyedia transportasi, pemandu pendakian, hingga pedagang dan pelaku usaha lokal.
Karena itu, pengembangan wisata alam perlu diimbangi dengan upaya pelestarian lingkungan dan pengelolaan kawasan yang bertanggung jawab. Dengan demikian, manfaat ekonomi dapat dirasakan masyarakat tanpa mengabaikan kelestarian alam.
Kesimpulan
Jalur pendakian Gunung Kerinci, Danau Gunung Tujuh, dan Gunung Masurai kembali dibuka pada 14 Oktober 2026. Pembukaan ini menjadi kabar baik bagi para pencinta alam sekaligus memberikan peluang bagi pemulihan aktivitas pariwisata di kawasan Jambi.
Meski demikian, para pendaki tetap diminta mengutamakan keselamatan, mematuhi aturan pengelola, serta menjaga lingkungan dari ancaman kebakaran hutan dan kerusakan ekosistem.
Untuk mendapatkan informasi dan berita terbaru lainnya, ikuti perkembangan berita di BRTV.co.id.







