Skip to main content

BRTV

Kenali Pemicu Eksim, 7 Penyebab Eksim Kambuh & Cara Mencegahnya   

Ilustrasi kulit eksim. Foto: Pinterest

BRTV.co.id – Eksim merupakan salah satu masalah kulit yang dapat menimbulkan rasa gatal, kemerahan, kulit kering, hingga bersisik. Kondisi ini bisa mengganggu aktivitas sehari-hari, terutama ketika gejalanya kambuh dan membuat penderitanya merasa tidak nyaman.

Eksim, khususnya dermatitis atopik, merupakan kondisi peradangan kulit yang dapat berlangsung dalam jangka panjang. Meski gejalanya bisa mereda, eksim dapat kambuh kembali ketika kulit terpapar faktor pemicu tertentu.

Oleh karena itu, penting untuk mengenali penyebab eksim kambuh agar gejalanya dapat dikendalikan melalui perawatan kulit yang tepat dan kebiasaan sehari-hari yang lebih sehat.

Apa Itu Eksim?

Eksim adalah kondisi peradangan kulit yang ditandai dengan rasa gatal, kemerahan, kulit kering, dan terkadang pecah-pecah. Pada beberapa kasus, kulit juga dapat menebal atau mengalami luka akibat terlalu sering digaruk.

Salah satu jenis eksim yang paling umum adalah dermatitis atopik. Kondisi ini berkaitan dengan gangguan fungsi pelindung kulit dan respons sistem kekebalan tubuh. Eksim tidak menular melalui kontak langsung dengan orang lain.

Menurut informasi kesehatan dari Kementerian Kesehatan RI, dermatitis atopik dapat berlangsung dalam waktu lama dan memerlukan perawatan untuk membantu mengendalikan gejalanya.

7 Penyebab Eksim Kambuh yang Perlu Diketahui

Eksim dapat kambuh akibat berbagai faktor. Pemicu pada setiap orang bisa berbeda, sehingga penting untuk memperhatikan kondisi kulit dan kebiasaan sehari-hari.

1. Kulit Terlalu Kering

Kulit kering menjadi salah satu faktor yang dapat memperburuk eksim. Ketika lapisan pelindung kulit melemah, kelembapan lebih mudah hilang dan kulit menjadi rentan terhadap iritasi.

Kondisi ini dapat menimbulkan rasa gatal, kemerahan, dan kulit bersisik. Kebiasaan mandi terlalu lama atau menggunakan air panas juga dapat membuat kulit semakin kering.

Cara mencegah: Gunakan pelembap secara rutin, terutama setelah mandi. Pilih produk tanpa pewangi dengan kandungan yang membantu mempertahankan kelembapan kulit.

2. Penggunaan Sabun dan Deterjen yang Mengiritasi

Sabun dengan kandungan tertentu, parfum, produk pembersih, dan deterjen dapat mengiritasi kulit sensitif. Paparan berulang terhadap bahan tersebut bisa memperburuk peradangan dan memicu eksim kambuh.

Selain itu, penggunaan produk perawatan kulit yang tidak cocok juga dapat menyebabkan kulit terasa perih atau semakin gatal.

Cara mencegah: Pilih sabun lembut tanpa pewangi dan gunakan deterjen sesuai petunjuk. Jika suatu produk menimbulkan iritasi, hentikan penggunaannya dan amati perubahan pada kulit.

3. Perubahan Cuaca dan Suhu Ekstrem

Cuaca panas dapat menyebabkan tubuh berkeringat, sedangkan udara dingin dan kering dapat mengurangi kelembapan kulit. Kedua kondisi tersebut berpotensi memicu atau memperburuk gejala eksim pada sebagian orang.

Perubahan suhu yang mendadak juga dapat membuat kulit lebih sensitif, terutama jika lapisan pelindung kulit sedang terganggu.

Cara mencegah: Jaga suhu ruangan tetap nyaman, hindari mandi dengan air terlalu panas, dan gunakan pelembap secara teratur. Saat cuaca panas, segera bersihkan keringat dengan lembut.

4. Keringat Berlebih dan Gesekan Pakaian

Keringat yang menumpuk dapat menimbulkan rasa gatal dan iritasi, khususnya pada lipatan tubuh. Gesekan dari pakaian yang ketat atau berbahan kasar juga dapat memperburuk kondisi kulit.

Bahan tertentu, seperti wol atau kain sintetis yang terasa kasar, mungkin menjadi pemicu bagi sebagian penderita eksim.

Cara mencegah: Kenakan pakaian yang longgar, lembut, dan nyaman, seperti katun. Setelah beraktivitas, bersihkan keringat dan ganti pakaian yang basah agar kulit tidak terus-menerus lembap akibat keringat.

5. Debu, Tungau, Jamur, dan Bulu Hewan

Paparan faktor lingkungan, seperti tungau debu, jamur, serbuk sari, atau bulu hewan, dapat memperburuk gejala pada sebagian orang yang sensitif terhadapnya.

Namun, tidak semua penderita eksim memiliki pemicu yang sama. Karena itu, penting untuk mengenali faktor lingkungan yang benar-benar berkaitan dengan kekambuhan.

Cara mencegah: Bersihkan kamar secara rutin, cuci seprai dan sarung bantal secara berkala, serta jaga ruangan tetap bersih dan tidak lembap. Jika menemukan pola kekambuhan setelah paparan tertentu, pertimbangkan untuk mengurangi paparan tersebut.

6. Stres dan Kurang Istirahat

Stres emosional dapat memengaruhi kondisi kulit dan memperburuk rasa gatal pada sebagian penderita eksim. Rasa gatal yang meningkat juga dapat mengganggu tidur sehingga memicu siklus gatal dan iritasi yang berulang.

Kurang tidur dan tekanan emosional bukan satu-satunya penyebab eksim, tetapi keduanya dapat berperan dalam memperburuk gejala.

Cara mencegah: Usahakan tidur yang cukup, lakukan aktivitas relaksasi, dan luangkan waktu untuk berolahraga sesuai kemampuan. Jika stres mulai mengganggu aktivitas sehari-hari, pertimbangkan untuk mencari dukungan profesional.

7. Alergi dan Paparan Zat Pemicu

Pada sebagian orang, paparan alergen atau bahan iritan tertentu dapat memicu kekambuhan eksim. Pemicu yang mungkin berperan meliputi bahan kosmetik, parfum, logam tertentu, atau alergen lingkungan.

Makanan tertentu juga dapat memicu reaksi pada orang yang memang memiliki alergi terhadap makanan tersebut. Namun, tidak semua eksim disebabkan oleh alergi makanan, sehingga menghindari banyak jenis makanan tanpa alasan yang jelas tidak dianjurkan.

Cara mencegah: Catat makanan, produk, dan aktivitas yang diduga berkaitan dengan kekambuhan. Jika dicurigai terdapat alergi, konsultasikan dengan dokter untuk menentukan pemeriksaan dan langkah penanganan yang sesuai.

Cara Mencegah Eksim Kambuh dalam Kehidupan Sehari-hari

Selain menghindari pemicu, perawatan kulit secara konsisten juga penting untuk membantu mengurangi frekuensi kekambuhan.

Berikut beberapa langkah yang dapat diterapkan:

  • Gunakan pelembap setiap hari. Oleskan pelembap setelah mandi dan ulangi sesuai kebutuhan untuk membantu menjaga lapisan pelindung kulit.
  • Mandi dengan air suam-suam kuku. Hindari air yang terlalu panas dan durasi mandi yang terlalu lama.
  • Hindari menggaruk kulit. Jika terasa gatal, cobalah kompres dingin dengan kain bersih untuk membantu meredakan rasa tidak nyaman.
  • Pilih produk perawatan yang lembut. Utamakan produk tanpa pewangi dan hentikan penggunaan produk yang menimbulkan iritasi.
  • Kenali pola kekambuhan. Catatan sederhana mengenai kondisi kulit, cuaca, produk yang digunakan, dan aktivitas dapat membantu menemukan pemicu.
  • Jaga kebersihan lingkungan. Bersihkan tempat tidur dan area rumah secara rutin untuk mengurangi paparan debu serta faktor lingkungan lainnya.
  • Ikuti pengobatan sesuai anjuran dokter. Jika eksim sering kambuh, dokter dapat memberikan terapi yang sesuai dengan jenis dan tingkat keparahannya.

Kapan Harus Memeriksakan Diri ke Dokter?

Eksim yang terus kambuh, tidak membaik dengan perawatan mandiri, atau mengganggu tidur dan aktivitas sebaiknya diperiksakan ke dokter.

Segera cari pertolongan medis jika kulit terasa semakin nyeri, mengeluarkan nanah, membentuk kerak kekuningan, atau disertai demam. Gejala tersebut dapat menandakan adanya infeksi yang memerlukan penanganan lebih lanjut.

Dokter dapat membantu memastikan jenis dermatitis yang dialami sekaligus menentukan perawatan yang tepat. Penggunaan obat oles, termasuk kortikosteroid, sebaiknya mengikuti petunjuk tenaga medis.

Kesimpulan

Eksim dapat kambuh akibat berbagai faktor, mulai dari kulit kering, penggunaan produk yang mengiritasi, perubahan cuaca, keringat, paparan alergen, stres, hingga alergi tertentu.

Mengenali pemicu pribadi dan menjaga kelembapan kulit merupakan langkah penting untuk membantu mengendalikan gejala. Dengan perawatan yang konsisten serta penanganan medis bila diperlukan, penderita eksim dapat mengurangi risiko kekambuhan dan menjalani aktivitas sehari-hari dengan lebih nyaman.

Dapatkan informasi kesehatan dan berbagai berita menarik lainnya dengan mengunjungi brtv.co.id.